•   Rabu, 19 Februari 2020
SGML

Dirikan Pos Mobile Upaya Tekan Lakalantas

( words)
Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto saat menunjukkan berbagai bentuk pelayanan yang diberikan pada warga melalui power point. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Upaya meminimalisir angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran warga saat berkendara, Satlantas Polres Gresik, terus melakukan banyak terobosan.
Selain melakukan operasi tertib berlalulintas, juga dibangun pos mobile di beberapa titik yang rawan kecelakaan lalulintas dan jalur padat.
Terus, mampukah jurus ini menekan lakalantas yang belakangan meningkat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur?. Menurut Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto, SH, S.IK, tidak ada satu jurus ampuh yang bisa menjamin tidak terjadi kecelakaan. Karena itu, bicara mengenai kenapa di Gresik, angka lakalantas meningkat, alasannya karena mereka ini tidak memenuhi syarat mengemudi di jalan raya.
"Semua kecelakaan yang terjadi di jalan raya, rata-rata mereka tidak memiliki SIM dan taat rambu lalu lintas," ujar Kasatlantas Polres Gresik, Rabu (14/3/2018).
Menurut AKP Wikha, pada Januari 2018 lalu angka lakalantas di wilayah hukum Polres Gresik tercatat 51 kali kejadian, 17 diantaranya meninggal dunia. Namun, dari upaya yang dilakukan untuk menekan hal ini, membuahkan hasil. Terbukti pada Februari tahun ini korban meninggal lakalantas dari 17 kejadian turun menjadi 12 kejadian.
"Ini bisa ditekan, karena kita berdayakan semua sumber daya yang dimiliki. Seperti meningkatkan penindakan tilang, buat pos-pos mobile, permudah warga mengikuti praktik uji SIM bagi yang berulang kali tidak lulus uji praktik," kata Wikha, seraya menambahkan bahwa pada Januari lalu jumlah pelanggaran yang terjaring petugas 1500 pelanggar. Nah, di Februari setelah diintensifkan penindakan naik menjadi 4500 pelanggar atau naik 300 persen.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan, pelayanan di Satlantas Polres juga terjadi banyak perubahan. Mulai masuk kesatrian warga harus melewati pintu portal digital sampai ke dalam ruang tunggu pelayanan SIM. Ini semua dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi warga saat berada di tempat pelayanan SIM.
Yang menarik, setiap pengunjung bebas bermain gime tentang tertib berlalulintas melalui HP android masing-masing. Pasalnya, petugas menyediakan aplikasi gime dalam Id Card tamu yang dipakai pengunjung selama berada di ruang tunggu.
Tak hanya itu, tersedia pula ruangan khusus bagi pengunjung difabel. Fan ibu-ibu khusus menyusui. Dengan begitu, baik mereka yang difabel maupun ibu menyusui telah mendapat fasilitas yang nyaman dan jauh dari kerumunan warga umum.
Fasilitas yang kini dimiliki Satlantas Polres Gresik ini, rupanya belum menjadi jaminan lakalantas bakal akan berakhir. Karena itu sambung AKP Wikha, pihaknya kini terus melakukan berbagai strategi untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan warga di jalan raya. Mis

Berita Populer