•   Kamis, 9 April 2020
Sportainment

Dibayangi Rusuh, 3.500 Polisi Dikerahkan

( words)


Sore Ini, Persebaya vs Arema FC di Stadion GBT. Suppoter tak Bertiket Bakal Disweeping

Hendarwanto-Firman Rachman,
Wartawan Surabaya Pagi
Pertandingan final leg 1 Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC Malang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Selasa (9/4/2019) sore ini, dipastikan memanas. Apalagi, rivalitas pendukung fanatik dua tim, Bonek dan Aremania, kerap bergesekan dan menimbulkan korban jiwa. Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya pun meningkatkan pengamanan ekstra dengan mengerahkan 3.500 personel. Mereka yang tidak memiliki tiket, bakal dihalau polisi. Sedang saat ini 50 ribu tiket sudah terjual habis sejak di lepas secara online sejak Minggu (7/4/2019) lalu.
----
Menilik sejarah pertemuan kedua tim, duel klasik ini dipastikan berjalan sengit. Tengok saja pada dua pertandingan terakhir di Liga 1/2018, saat kedua tim saling mengalahkan. Bentrok kedua tim tidak sekadar panas di dalam lapangan, namun merembet ke tribun penonton. Aremania dan Bonek selama ini dikenal tidak pernah akur.
Pada 2014, tiga Aremania meninggal dunia dalam kerusuhan di Jalan Tol Simo. Berselang setahun kemudian, dua suporter Arema FC kembali menjadi korban dalam bentrok di Sragen, Jawa Tengah. Rentetan sejarah kelam pertemuan kedua tim ini kembali membayangi partai final Piala Presiden yang akan digelar dengan format home and away.
Arema FC terlebih dahulu bertamu ke Stadion Gelora Bung Tomo (leg pertama), sore ini pukul 15.30 WIB. Sedangkan final leg kedua digelar pada Jumat (12/4/2019) lusa, di Stadion Kanjuruhan, Malang. Polda Jatim menerjunkan sekitar 3.500 personel untuk mengamankan laga di GBT.
Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan mengatakan jumlah tersebut dua kali lipat dari pengamanan pertandingan biasa yang melibatkan 1.200 personel. “Kami tingkatkan jumlah pengamanan untuk laga besok (9 April 2019),” kata Luki di Mapolda Jatim, Senin (8/4/2019).
Luki menambahkan, memaksimalkan pengamanan ini lantaran bersamaan dengan musim kampanye dan menjelang pencoblosan pemilu pada 17 April 2019.
Bahkan pihaknya sudah melakukan antisipasi di beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan menjelang serta saat pertandingan. Salah satunya rencana razia terhadap suporter yang tidak memiliki tiket. “Bagi suporter yang tidak bertiket, sebaiknya tidak usah datang ke stadion. Bisa menyaksikan siaran langsung,” imbau mantan Wakabaintelkam Polri ini.
Bonek tak Bertiket
Sementara itu, Polrestabes Surabaya menyiapkan razia jelang laga di Stadion GBT, Selasa (9/4) ini. Razia ini dilakukan untuk membatasi suporter yang tidak memiliki tiket dan berpotensi memicu kekacauan saat laga. Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya bakal lakukan penyekatan dan blokade di dua lokasi pintu masuk Surabaya.
Pertama di kawasan Romokalisari dan yang kedua berada di kawasan Pakal. Penyekatan dua kawasan tersebut, lanjut Rudi, bertujuan untuk menghalau gelombang suporter Persebaya yang datang, namun tanpa membawa tiket.
"Yang kami antisipasi gerombolan massa yang ada di luar stadion, agar tak jadi kericuhan," ujar Kombes Pol Rudi mendampingi Kapolda Jatim di ruang Tribrata Polda Jatim, Senin (8/4) kemarin.
Tak hanya itu, lanjut Rudi, pihaknya juga akan melakukan sweeping secara berkala mulai hari Senin (8/4/2019) hingga Selasa (9/4/2019) malam, usai laga leg pertama Persebaya VS Arema FC. "Kami lakukan razia di jalan kota atau pun jalan masuk Kota Surabaya, mulai tadi pagi, nanti sore, malam dan besok (hari ini)," papar Rudi.
Sweeping itu dilakukan untuk menyisir beberapa kelompok massa suporter yang biasanya sudah berkerumun di sudut-sudut kawasan Surabaya. "Saya yakin Bonek dan Bonita patuh sudah punya tiket, cuma yang saya khawatirkan sama yang datang gak bawa tiket, makanya kami antisipasi kemacetan," tandasnya.
Skuat Arema
Selain menyiapkan 3.500 personil, polisi juga menyediakan kendaraan taktis atau rantis untuk skuat Arema FC. "Kami siapkan barakuda dan anoa untuk pemain. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Rudi.
Sementara itu, kedua belah suporter, Bonek dan Aremania bersepakat untuk mendukung tim kesayangan dalam laga away. "Kesepakatan berlaku. Pada saat main di Surabaya supporter Aremania tidak datang, begitu juga sebaliknya. Saat di Malang suporter Persebaya tidak datang," tambah Irjen Luki.
Deklarasi Damai
Aremania, supporter fanatik Arema FC melakukan deklarasi damai di ruang Tribata Polda Jatim, Senin (8/4/2019). Deklarasi itu menegaskan bahwa supporter Arema FC, yang terdiri Aremania dan Aremanita akan menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan sepakbola. Demi terlaksananya pertandingan final Piala Presiden yang aman dan tertib.
Aremania siap menerima apa pun hasil pertandingan final Piala Presiden antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC. Deklarasi damai Aremania ini dihadiri sejumlah pihak diantaranya Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Korlap Aremania Achmad Ghozali, Kabag Intelkam Mabes Polri Komjen Unggung Cahyono, serta perwakilan Aremania.
“Kami akan menunjukkan bahwasanya Aremania adalah Aremania yang cinta damai. Aremania yang nonanarkis dan nonribut. Serta Aremania yang selalu menciptakan kreatifitasnya dan menjadi pelopor bagi seluruh suporter Indonesia,” kata Ghozali.
Tiket Habis
Terpisah, Panpel Persebaya Surabaya, Wahyu Mariaji, mengatakan sebanyak 50 ribu tiket sudah terjual habis. "Antusiasme ini sama seperti Persebaya Surabaya Vs Arema FC di Liga 1 kemarin. Kami sudah cetak sebanyak 50 ribu tiket dan sudah terjual habis," kata Aji, Senin (8/4) kemarin.
Dengan antusiasme yang besar, pihak Penpel Persebaya juga melakukan penambahan loket untuk scan tiket. Pada hari biasa pihak panitia menyediakan 20 loket, tapi untuk laga super Derbi Jatim berlipat dua menjadi sebanyak 40 loket. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang saat supoeter ingin masuk ke dalam stadion berkapasitas 55 ribu penonton itu.
Janji Persebaya
Sementara itu, Asisten Pelatih Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro memastikan timnya dalam kondisi siap tempur menghadapi Arema di leg pertama Piala Presiden. “Tim dalam kondisi siap semua, tidak ada kendala kebugaran pemain. Semua pemain memiliki motivasi. Ini partai final,” tandas Bejo, Senin (8/4) kemarin.
Menang di dua pertandingan melawan Madura United di semifinal, memompa para pemain tim berjuluk Bajol Ijo itu. Misbakus Solikin dkk mampu menang dengan agregat 4-2 untuk menyisihkan Madura United. Catatan manis itu ingin diulang anak didiknya menghadapi Singo Edan. “Karena ini dua leg, dan memakai agregat gol, maka banyak gol sangat berpengaruh. Tim Persebaya ingin menang. Kami ingin juara,” tandasnya. n

Berita Populer