Dialog Lintas Agama, Eri Ajak Jaga dan Junjung Tinggi Keberagaman

Eri Cahyadi berdoa bersama 7 (Tujuh)  pemuka agama perwakilan dari agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, hingga penghayat atau kejawen saat acara Dialog Lintas Agama di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Rabu (2/12). . SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI, Surabaya - Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam acara Dialog Lintas Agama-Surabaya Sejuta Toleransi, mengajak seluruh umat dan tokoh agama untuk terus menjaga dan menjungjung tinggi keberagaman di Kota Surabaya, pada Rabu (02/12/20).

Pada momen mendekati Pilkada 2020, Eri Cahyadi khawatir bila ajang Pilkada tersebut dapat memecah belah keberagaman antar umat beragama, dirinya meminta untuk turut menjaga keamanan dan keharmonisan toleransi mendekati momen tersebut.

Dimoderatori oleh Ronny H. Mustamu, serta dua pembicara lainnya, yaitu Dr. Imam Syaukani bersama K.H. Dr. Muhibbin Zuhri membahas bagaimana kelanjutan dan strategi toleransi yang sudah di bangun di Kota Surabaya.

"Saya yakin dengan semua tokoh agama yang ada di kota Surabaya, termasuk penghayat dengan Pemerintah ketika bersinergi maka Surabaya akan lebih hebat dari jaman yang sekarang," ungkapnya.

Demi menjaga toleransi, nantinya Eri Cahyadi akan memberikan tempat yang nyaman dan aman untuk beribadah kepada semua umat beragama di Kota Surabaya, serta memberikan bantuan kepada masyarakat.

Dialog_Lintas_Agama_Patrik_(1)

Sebanyak 7 pemuka agama yang merupakan perwakilan dari agama Islam, Kristen, Khatolik, Budha, Hindu, Konghucu, hingga Penghayat atau kejawen turut hadir untuk membantu menyusun konsep dan wadah toleransi, yang nantinya akan d implementasikan sejak usia dini.

"Ketika kita sudah bersatu, kalau sudah sejak dini dilakukan pendekatan (SD, SMP, SMA/SMK) kita punya wadah pemuda Kristen, remaja masjid, lalu pemuda lainnya dan kumpul semua itulah yang akan menguatkan, dengan kekuatan itu tidak ada sara di kota Surabaya. Ketika ada radikal, maka seluruh elemen di kota Surabaya (agama) dan pemerintah akan bersatu untuk mencegah radikal di kota Surabaya," terangnya.

Lanjutnya, Mantan Kepala BAPPEKO Surabaya ini juga akan mempermudah perizinan tempat ibadah bagi setiap agama yang ada di Kota Surabaya.

"Semua tempat ibadah, kita akan permudah perizinannya. Kita juga harus menjelaskan kepada masyarakat, bagaimana rumah ibadah dan agama fungsinya adalah tempat untuk beribadah," tandasnya.

Seusai acara Dialog Lintas Agama tersebut, ditutup dengan mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh masing-masing tokoh agama secara bergantian. byt