Di Blitar, Ada 18 Kejadian Ikutan Serius Pasca Imunisasi Difteri

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebanyak 273 kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar pasca imunisasi massal difteri atau Outbreak Response Immunization (ORI). Bahkan 18 diantaranya harus dirawat intensif di rumah sakit karena mengalami kejadian ikutan yang serius.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, laporan adanya KIPI ini diterima sejak awal pelaksanaan imunisasi massal difteri.

"Jumlah itu kami terima sejak dimulainya ORI difteri di awal Februari 2018 sampai 1 Maret kemarin," kata Krisna ditemui di kantornya, Jalan Semeru Kota Blitar, Jumat (2/3/2018).

Dari 18 kasus yang dirawat intensif rumah sakit tersebut, lanjut dia, karena kondisinya sangat lemah sehingga harus diinfus dan di bawah monitoring tim medis.

"Mereka mengalami demam tinggi, mual, muntah-muntah dan pusing. Harus di bawah pengawasan tim medis untuk mengetahui perkembangan tiap waktunya," jelasnya.

Dalam laporan yang sama juga terdata, ada KIPI non-serius yang angkanya mencapai 255 kejadian. Untuk KIPI non-serius, pasien hanya diberi pengobatan di puskesmas terdekat atau lokasinya terdekat dengan rumah warga yang mengalami KIPI.

Kejadian ikutan pasca imunisasi difteri ini terjadi merata di semua usia. Dari data yang dihimpun detikcom, sebanyak 122 orang yang mengalami KIPI pada usia 1-5 tahun, 50 orang berusia 5-7 tahun dan 101 orang di usia 7-19 tahun.

"Untuk biaya pengobatan KIPI, semua ditanggung Pemda sampai sembuh. Asalkan perawatan di kls 3," tambah Krisna.

Sampai hari ini, pelaksanaan ORI difteri di Kabupaten Blitar telah mencapai 88 persen atau telah terlaksana pada 265.348 warga dari jumlah sasaran yang mencapai 301.670 warga.
(cr/dtk)