Dewan Minta KPU dan Bawaslu Transparan Gunakan Anggaran Pilkada

Di gedung ini para legislator dari berbagai partai politik berkantor. FOTO:SP/IST

SURABAYA PAGI, Lamongan - Sebentar lagi perhelatan pemilihan kepala daerah akan segera dilaksanakan. Bahkan sejumlah kegiatan tahapan yang sempat terhenti karena pandemi covid-19 juga sudah dijalankan.

Karena itu DPRD Lamongan meminta, KPU dan Bawaslu agar bisa menggunakan anggaran secara transparan jauh dari kata manipulasi.

"Anggaran Pilkada di dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut cukup besar, kami minta penggunaan nya dilakukan secara tepat sasaran dan yang terpenting lagi transparan," kata Ali Mahfudl Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Lamongan, Rabu (7/7/2020).

Disebutkan olehnya, permintaan untuk menggunakan anggaran Pilkada sesuai dengan kebutuhan tanpa ada manipulasi, sebagai peringatan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan anggaran, atau korupsi seperti yang terjadi dalam Pilkada tahun 2015.

Selain itu, Ali Mahfudl berharap Pilkada tahun 2020, bisa berjalan secara demokratis. Dan salah satu kuncinya adalah penyelenggara KPU dan Bawaslu benar-benar melaksanakan tugasnya secara hati - hati dan penuh keadilan.

"Termasuk akuntabilitas penggunaan anggaran harus hati-hati. Cukup sudah kasus korupsi Pilkada sebelumnya menjadi pelajaran berharga supaya tidak terulang lagi," terangnya.

Ia bersama masyarakat sangat berkeinginan dan mendambakan pelaksanaan Pilkada yang berkualitas, transparan dan penuh kejujuran, dalam arti tanpa manipulatif. Agar benar-benar terpilih pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.

"Artinya kami berharap Pilkada saat ini harus lebih berkualitas dari sebelumnya. Sehingga masyarakat tidak di suguhkan kembali dengan praktek-praktek yang tidak jujur dan apalagi koruptif," harapnya.jir