•   Kamis, 20 Februari 2020
Internasional

Dewan Keamanan PBB Lakukan Pungutan Suara

( words)
Konflik Suriah.


Surabayapagi.com, - Seperti dikutip dari Antara, pernyataan yang disampaikan utusan Kuwait untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjadi presiden bergilir Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Februari ini.DAMASKUS, Ahmed Mustofa.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan memberikan suara pada pukul 11.00, Jumat (23/2) mengenai rancangan resolusi menuntut gencatan senjata 30 hari di Suriah untuk mengizinkan pengiriman bantuan dan penanganan kesehatan.

Belum jelas bagaimana sekutu Suriah, Rusia pemegang hak tolak Dewan Keamanan akan menanggapi rancangan resolusi susunan Swedia dan Kuwait tersebut.Resolusi membutuhkan sembilan suara mendukung dan tidak ada penolakan dari Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris atau Prancis.

Sebelumnya menurut Xinhua, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan segera dihentikannya pertikaian di daerah kantung yang dikuasai gerilyawan di Suriah, Ghouta Timur.

"Seruan saya kepada semua yang terlibat ialah penghentian segera semua aksi perang di Ghouta Timur, diizinkannya bantuan kemanusiaan mencapai semua yang memerlukan, diizinkannya pengungsian sebanyak 700 orang yang memerlukan pengobatan mendesak yang tak bisa diberikan di sana, dan juga diciptakannya kemungkinan buat warga sipil lain untuk secara efektif diobati di lokasi," kata Guterres.

"Ini adalah tragedi kemanusiaan, yang merebak di depan mata kita, dan saya kira kita tak bisa membiarkan keadaan berlangsung dengan cara yang mengerikan ini," katanya.

Ia mengatakan mengerti bahwa anggota Dewan Keamanan melakukan pembahasan mengenai Suriah, tapi menegaskan bahwa Ghouta Timur tak bisa menunggu.

Duta Besar Swedia untuk PBB Olof Skoog mengatakan kepada wartawan pada Rabu pagi bahwa delegasinya dan delegasi Kuwait sedang merancang resolusi mengenai Suriah.

"Kami meminta segera dihentikannya pertikaian selama 30 hari di seluruh Suriah," kata Skoog. Rancangan resolusi tersebut juga meminta akses kemanusiaan dan pengungsian medis ditambah pencabutan pengepungan buat empat lokasi tertentu, termasuk Ghouta Timur.

Rancangan resolusi itu juga meminta perlindungan rumah sakit dan instalasi medis lain, dan menyeru semua pihak agar mematuhi hukum kemanusiaan internasional, katanya.

Duta Besar Jonathan Allen dari Inggris menyampaikan harapan bahwa pemungutan suara dapat dilakukan agar rancangan itu bisa disahkan sesegera mungkin.

"Yang penting ialah resolusi ini menghadapi pemungutan suara sesegera mungkin, disahkan sesegera mungkin dan oleh karena itu dihentikannya permusuhan, keinginan jelas Dewan Keamanan berlaku sesegera mungkin," kata Jonathan Allen kepada wartawan.

"Pada saat ini, sementara pemboman kian bertambah parah, waktu makin tipis, dan kita harus bertindak," katanya.

Tentara Suriah meningkatkan upaya merebut kembali Ghouta Timur, kubu utama terakhir gerilyawan di negeri itu. Serangan udara mengakibatkan keadaan kemanusiaan menyedihkan di daerah tersebut di dekat ibu kota Suriah, Damaskus.04

Berita Populer