•   Sabtu, 29 Februari 2020
SGML

Dewan Gelar Paripurna Penyampaian RAPBD 2019

( words)
Suasana rapat paripurna DPRD Gresik dengan agenda penyampaian nota RAPBD 2019. FOTO:SP/M.AIDID


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna dengan agenda tunggal penyampaian nota RAPBD 2019 oleh Bupati Gresik. Rapat yang digelar pada Senin (19/11) tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Nur Sa’idah.

Dalam penyampaiannya, Bupati Sambari Halim Radianto mengungkapkan bahwa kekuatan pendapatan daerah pada anggaran tahun depan diestimasikan sebesar Rp 3.050.307.216.000. Sementara pada pos belanja daerah mencapai Rp 3.138.334.699.138.710. "Sehingga akan mengalami defisit sekitar Rp 88 miliar. Defisit anggaran ini akan ditutup sengan Silpa," ujar bupati.

Sebelum rapat paripurna ditutup beberapa anggota DPRD menyampaikan interupsi terkait ketidaksinkronan antara nota RAPBD yang disampaikan Bupati Gresik dengan program pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019. Mereka yang mengkritisi, antara lain Edi Santoso, ketua Fraksi Partai Demokrat dan Abdul Qodir dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

"Kalau tidak ada kesamaan antara nota RAPBD dengan RKPD 2019, lalu mana yang akan menjadi rujukan pada pembahasan nanti," tanya Qodir. "Ini adalah bentuk ketidakcermatan tim anggaran pemkab dalam menyusun nota RAPBD," timpal Edi Santoso.

Perdebatan tidak berlangsung lama setelah pimpinan rapat Nur Sa’idah menengahi. Dia meminta agar perbedaan yang muncul bisa diselesaikan dalam rapat-rapat antara tim anggaran eksekutif dan badan anggaran legislatif. Apalagi yang terkait dengan perbedaan angka-angka dalam nota RAPBD dan RKPD sifatnya asumsi, sehingga bisa dirubah sewaktu-waktu.

Sementara Wakil Ketua Dewan Moh Syafi’AM berharap pembahasan RAPBD 2019 tepat waktu. Artinya, pengesahan RAPBD sesuai permintaan pemerintah pusat dalam hal ini kementerian keuangan.

"Maksimal 30 November 2019 sudah bisa disahkan sehingga kita kembali mendapat reward berupa dana insentif daerah (DID). Tahun lalu kita memperoleh reward DID sebesar Rp 30 miliar karena ketepatan waktu dalam pengesahan RAPBD 2018," pungkas Syafi’AM, politisi senior FKB, berharap. did/adv

Berita Populer