Desa Wonorejo Ngawi Kerjakan Proyek Talud, Tingkatkan Perekonomian Warga Me

SURABAYAPAGI.com, NGAWI - Berdasarkan targetnya, Dana Desa (DD) digunakan untuk membiayai alokasi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan serta diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuannya sendiri, Dana Desa berguna untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan keuangan masyarakat, mengatasi perbaikan pembangunan antar desa, dan meningkatkan masyarakat desa sebagai subyek dari pembangunan.

Hal ini bentuk bukti konsistensi Nuryanto sebagai Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Kepada awak media Nuryanto mengatakan sebagai contoh pembangunan talud ini selain menjadi pokok fokus kemajuan desa tetapi juga sebagai peningkatan taraf hidup ekonomi warganya. Senin (6/4/2020)

"Pembangunan menjadi fokus utama, perubahan desa dalam hal pembangunan ini menjadi tanggung jawab bersama. Tentunya selain terjadi kemajuan pembangunan, juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga," ungkap Nuryanto.

Dirinya juga menjelaskan, pembangunan Talud yang menggunakan Dana Desa Tahap I tahun 2020 tersebut juga melibatkan warga setempat, pastinya tenaga pekerja oleh sebagian warganya.

"Semua pekerja pembangunan talud ini merupakan warga wonorejo sendiri, jadi kita tidak melibatkan atau mencari tukang luar desa, artinya perputaran peningkatan ekonomi ini terjadi di desa kami. keahlian mereka kita pergunakan sehingga upah dari pembangunan ini bisa mereka rasakan," jelasnya.

Seperti halnya perempuan bernama Nanik (40), yang merupakan warga Wonorejo RT 08/01. Bersama rekannya dirinya ikut menjadi pekerja proyek talud untuk menambah pemasukan pendapatan, dirinya berharap bahwa pemerintah desa wonorejo selalu melibatkan warganya.

"Saya dengan rekan lain sangat senang bisa ikut menjadi bagian dari kemajuan desa, buat apa menggunakan tenaga luar desa kalau warganya mampu. Selain warga menikmati pembangunan, disamping itu juga menikmati hasil dari tenaga kami yang dipergunakan," beber Nanik.

Selain Nanik, Yuni perempuan yang pernah bekerja di jakarta sebagai baby sitter pun setelah putus kontrak dan pulang ke kampung halamannya, sangat merasa bersyukur karena bersama warga yang lain juga ikut menjadi pekerja proyek talud.

"Ini desa kami sendiri, dan kami bekerja juga di desa kami sendiri, saya bersama warga yang lain sangat bersyukur bisa ikut memberi kontribusi pembangunan desa, terima kasih kami yang sebesar besarnya kepada pak lurah dan desa wonorejo," ucap Yuni.

Warga masyarakat wonorejo pun sangat memberi apresiasi yang tinggi di bawah pimpinan kades yang dikenal merakyat dan pekerja keras serta melayani warganya tanpa kenal waktu, dan kepuasan masyarakat terlihat karena seluruh pembangunan desa Wonorejo ini sudah sesuai musyawarah desa / dusun (Musdus).

Nuryanto menambahkan," Desa kami terus berbenah dalam pembangunan, dan kami menggunakan kemampuan warga kami sendiri. Mereka kita ajak bekerja, berkarya, kami gotong royong, kami akan menikmati hasil dari pembangunan ini" pungkasnya.(si/cr-01/dsy)