Depresi Berat, Kakek di Jombang Nekat Gantung Diri

Kapolsek Mojowarno bersama Tim Identifikasi Polres Jombang saat olah TKP dilokasi. (SP/M. Yusuf)

 

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Diduga alami depresi berat akibat menahan rasa sakit yang tak kunjung sembuh, seorang kakek berusia 68 tahun nekat akhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kakek berinisial S tersebut, tinggal di Dusun Sumberwinong, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur nekat gantung diri dikediamannya pada Kamis, (28/5/2020) kemarin petang.

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas mengatakan, bahwa kejadian pertama kali ini diketahui oleh istrinya Siti Maryam (52), sekitar pukul 18.00 WIB di kamarnya. Seketika istrinya histeris saat melihat suaminya tergantung dengan seutas tali tampar yang melilit bagian lehernya.

"Dengan perrasaan panik, istri korban meminta pertolongan kepada tetangganya untuk menurunkan korban yang sudah tergantung. Namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020).

Selanjutnya, jelas Yogas, kejadian itu dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Mojowarno. Tak berselang lama anggota Polsek Mojowarno bersama Tim Identifikasi Polres Jombang sampai dilokasi dan melakukan olah TKP beserta mengevakuasi korban.

"Pada pemeriksaan luar tidak ditemukan bekas tindak kekerasan pada tubuh korban. Sementara, diperkirakan korban meninggal dunia pafa siang hari sebelum diketahui oleh istrinya," jelasnya. .

Menurut keterangan dari keluarga, korban ini diduga menahan rasa sakit yang ditahan sendiri tanpa memberi tahu kepada istrinya. "Sehingga suaminya ini mengalami depresi berat akibat penyakit yang dideritanya," pungkasnya.suf