•   Minggu, 5 April 2020
Pilpres 2019

Debat Perdana, Gaet Simpati Masa Mengambang

( words)
Calon Presiden Prabowo Subianto & Joko Widodo Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com - Debat capres dan cawapres hari ini (17/01) dengan tema penegakan, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Korupsi akan menjadi sajian yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Mochtar W Oetomo Direktur Surabaya Survey Center (SSC).

Hal yang paling ditunggu adalah gagasan yang akan disampaikan oleh kedua pasangan. Namun masayarakat akan kecewa bila pada debat hari ini, para kandidat masih akan berkutat pada opini yang berkembang saat ini.

Ditanyakan terkait dengan senjata dan serangan kandidat, Muktar mengatakan, kedua kubu telah memiliki strategi masing-masing. Namun menurutnya, dalam debat kali ini, pihak Prabowo dan Sandi yang akan lebih bernafsu untuk melakukan serangan, apalagi tema debat kali ini sangat menarik.

Sementara itu, kubu Jokowi sendiri menurutnya akan lebih banyak bertahan. Predikisi ini ia katakan berdasarkan isu di media masa saat ini. Bertahan sendiri menjadi salah satu senjata paling ampuh bagi kubu Jokowi unutk memenangkan debat.

“Dengan menampilkan data-data dan hasil kinerja sebagai incumbent cukup mematahkan serangan dari pihak lawan,” katanya.

Pada debat kali ini, pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin, tidak perlu terpancing dengan sarangan-serangakan yang dilakukan oleh lawanya. Apabila terpancing justru malah menurunkan kepercayaan masyarakat.

Sebaliknya, dalam melakukan serangan, Prabowo dan Sandi, juga harus memiliki cara yang lebih baik. Serangan dengan cara elegan dan tidak terlalu agresif menjadi kunci bagai pasangan nomor 2 ini untuk menarik kesan masyarakat. “Serangan juga harus dibarengi dengan data pendukung,” ungkapnya.

Berbicara elektabilitas, Mochtar mengatakan debat pertama belum berpengaruh kuat terhadap elektabilitas. Kedua kandidat, hingga kini masih memiliki pendukung yang solid. Dan keduanya tinggal menarik minat pemilih rasional, agar tidak golput.

Pada debat kali ini, ia berharap kedua pasangan calon presiden menunjukan sikap calon pemimpin yang baik. Dengan menunjukan gagasan dan ide sesuai dengan visi dan misi mereka.

Ketika ditanyakan soal penilaian, Mochtar enggan berkomentar, menurutnya akan sangat tidak baik jika sebelum dilakukan pertandingan diberikan penilaian terhadap pasangan calon.

Berbeda dengan pendapat di atas, pengamat politik sekaligus Kepala Departemen Komunikasi FISIP Universitas Airlangga, Yayan Sakti Suryandaru MA, mengharapkan pada debat kali ini kedua pasangan calon memberikan jawaban kongkrit terkait isu yang berkembang saat ini.

Jawaban cerdas dan transparan harus ditunjukan oleh para kandidat, ia berharab Jokowi mampu menjawab tuduhan dari Prabowo yang menyebutkan banyak BUMN bangkrut selama dia memerintah. Begitu juga sebaliknya, Prabowo juga harus mampu menjawab terkait dugaan permasalahan HAM yang melilitnya. “Clear kan dulu maslaah ini, baru debat terliaht menarik,” katanya.

Kepada Harian Surabaya Pagi, Yayan mengatakan, dirinya tidak begitu yakin debat kandidat akan memepengaruhi elektabilitas pasangan, pasalnya keduanya sudah memiliki pendukung yang sangat fanatik. Yang perlu dilakukan, adalah memberikan penampilan yang baik untuk menarik suara orang yang belum memiliki pilihan (Swing Vote). “Kalau menguatkan dukungan bisa jadi,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk debat kali ini, pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin sedikit diunggulkan. Sebagai incumbent, mereka memiliki hasil kinerja yang dapat disampaikan, sementara lawannya hanya bisa memberikan kritikan dan rencana jika terpilih.

Berita Populer