•   Senin, 27 Januari 2020
Pendidikan

Datangkan Wartawan Surabaya Pagi, Siswa Mama 7 Belajar Jurnalistik

( words)
Muhajirin, Wartawan Surabaya Pagi ini tengah berdiskusi dengan peserta yang mempersentasikan karya tulisnya. Foto: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Minat untuk bisa menulis berita benar-benarnya ditunjukan oleh peserta pelatihan Jurnalistik, Siswa Madrasah Aliyah Ma'arif (Mama) 7 Sunan Drajat Paciran Lamongan, Senin (26/3/2018). Pelatihan jurnalistik di Aula Sunan Drajat tersebut diikuti 400 siswa kelas X, dengan serius mereka mengikuti mulai dari awal hingga akhir penyampaian materi dari Muhajirin, wartawan Surabaya Pagi yang bertugas di Lamongan. Bahkan suasana pelatihan cukup cair, karena pelatihan dengan menggunakan metode pendekatan dengan obyek peserta oleh narasumber, mampu membuat interaksi terus berjalan, tanya jawabpun mengalir, meski harus dibatasi karena keterbatasan waktu. "Kami sengaja mengundang wartawan langsung, agar peserta bisa langsung belajar dengan narasumber yang setiap harinya bergelut di dunia tulis menulis," kata Achmad Asyayud Al Irsad ketua panitia disela jeda penyampaian materi jurnalistik. Disebutkan olehnya, dengan mengundang narasumber wartawan ini, setidaknya siswa bisa menyerap keilmuannya dan pengalaman bagaimana bisa menulis dengan baik dan benar, sesuai dengan kode etik jurnalistik, agar tidak sekedar memberitakan, tanpa ada ilmunya. "Kami panitia cukup terbantu dengan materi yang disampaikan narasumber, setidaknya kami panitia bisa mengetahui bibit-bibit baru peserta sebagai penulis," terang Irsyad didampingi, M Alfin Rifqi panitia yang juga Ketua IPNU PK Mama 7 Sunan Drajat. Karena setelah pelatihan ini, panitia akan menjaring dari 400 peserta itu, sebagai penerus untuk melanjutkan penerbitan majalah internal Galaksi (Gagasan insan Kreatif Penuh Inspirasi), milik Mama 7 Sunan Drajat, yang diterbitkan sekali setiap tahunya. Sementara itu, Sutopo Kepala Sekolah Mama 7 Sunan Drajat Paciran Lamongan saat membuka pelatihan diklat jurnalistik berpesan, agar peserta bisa menyerap materi yang disampaikan narasumber, dan diaktualisasikan di lingkungan sekolah, apalagi sekolah juga mempunyai majalah internal, sebagai penyalur kreasi siswa untuk menulis. "Ini kesempatan baik, apalagi narasumbernya langsung dari wartawan, agar siswa bisa mengikuti seragkaian acara ini dengan tuntas," kata Sutopo sambil berpesan agar siswa nantinya bisa menghasilkan karya tulisan yang baik, dan bisa membanggakan almamater Mama 7 . Diakhir sambutannya Sutopo, juga menegaskan, pelatihan jurnalistik ini adalah bagian upaya lembaganya, untuk mengajak dan mengarahkan siswa agar sadar untuk menulis, karena dengan menulis munculah karya-karya, yang bisa dijadikan inspirasi bagi masyarakat. "Yang penting siswa bisa menulis dulu dengan baik dan benar, perkara nanti bisa tersalurkan menjadi wartawan atau hanya penulis buku dll itu urusan nanti," pesanya. jir

Berita Populer