Kisah Perjalanan Hidup Sys NS

Dari Penyiar hingga Ajal Menjemput Jadi Politisi

Raden Mas Haryo Heroe Syswanto atau lebih dikenal dengan Sys NS, meninggal dunia di usia 61 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir, Selasa (23/1/2018). Wafatnya Sys NS menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabat. Semasa hidup, ia dikenal tak hanya di dunia hiburan, tapi juga di panggung politik nasional. Mulai jadi disc jockey (DJ), penyiar Radio Prambors dan sutradara film pernah ia lakoni. Bahkan, bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia mendirikan Partai Demokrat. Kini, seorang Sys NS telah tiada, namun karyanya tetap dikenang.
---------------
Sys NS dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2018) pada pukul 16.40 WIB. Kerabat keluarga, teman-teman artis, dan para pejabat partai mengiringi jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka terlihat tegar ketika jenazah Sys dimasukkan ke dalam lubang kubur.
Beberapa artis yang mengiringi pemakaman adalah Nurul Arifin, Jajang C Noer, Ahmad Albar, Ian Antono, Debby Sahertian, Kristina, Yati Octavia, dan beberapa nama lainnya. “Kami mewakili keluarga memohon maaf apabila ada kesalahan yang dilakukan beliau. Jika ada utang-piutang bisa menghubungi keluarga,” kata seorang wakil keluarga sebelum liang lahat diuruk dengan tanah.
Setelah proses tersebut, doa-doa kemudian dibacakan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Kita semua hadir untuk mengantar sahabat kita almarhum Sys NS ke peristirahatan terakhir. Almarhum adalah orang baik. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa, menerima amal, dan menempatkan almarhum sebaik-baiknya,” ujar Lukman.
Sys meninggal ketika diambil tindakan medis oleh petugas RSPI Jakarta Selatan pada Selasa (23/1/2018) pukul 11.00 WIB. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Sys mengalami serangan jantung. Ia sempat ditemukan tidak sadarkan diri tergeletak di ruang tamu rumahnya, sebelum dilarikan ke rumah sakit. “Dia ditemukan tergeletak di ruang tamu. Lalu dilarikan ke rumah sakit, tapi sudah tak tertolong. Putrinya menduga Sys sudah meninggal waktu di rumah," ucap sahabat Sys NS, Ilham Bintang.
Keluarga pun tak mengira Sys NS akan pergi begitu cepat. Pasalnya, Sys NS sempat ingin menemui seseorang untuk suatu keperluan. Namun belum juga pergi, ia lebih dulu ditemukan pingsan. "Jam 11 siang, dia bersiap-siap keluar rumah, mau ketemu Ian Antono," ujarnya. Sedianya Rabu (24/1) hari ini, Sys akan menjadi pembawa acara 'Konser untuk Yockie Suryoprayogo' di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Seni dan Politik
Politisi Partai Golkar Nurul Arifin punya kenangan tersendiri atas sosok almarhum Sys NS. Salah satunya bagaimana dia pernah diajak bergabung oleh salah satu pendiri Partai Demokrat itu. "Dari dulu saya kenal Mas Sys, dan saya pernah diajak bergabung di Demokrat oleh Mas Sys, itu sih kenangan saya," kata Nurul, saat melayat di rumah duka di Komplek IIAPCO Nomor 16, Jalan Kemang Timur Raya, Jakarta Selatan, Selasa (23/1) kemarin.
Nurul menilai, Sys NS sosok yang tidak bisa terpisahkan dari bidang seni dan juga politik. Misalnya, lanjut Nurul, saat Sys mendukung Joko Widodo sebagai Presiden RI dan Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI 2017. "Jadi dia betul-betul sosok nasionalis yang sejati, ditunjukkan juga dengan karya-karyanya," ujar Nurul yang juga mantan bintang film ini.
Semangat Sys NS yang bisa menggabungkan kedua hal itu menurut dia salah satu bentuk inspirasi. "Semoga semangat Mas Sys tetap hidup dan menginspirasi kita semua, jadi berkesenian dan berpolitik bisa menjadi satu," lanjut Nurul.
Pencipta Himne Demokrat
Meninggalnya Sys NS juga meninggalkan duka mendalam bagi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. Ia merasa kehilangan figur yang turut membidani lahirnya Partai Demokrat ini. Selain itu, menurut Roy, Sys Ns adalah satu pencipta himne Partai Demokrat. “Ia bersama-sama dengan Pak SBY turut menciptakan himne partai saat itu,” kata Roy.
Dari pengakuan Roy, meski Sys sudah tidak bergabung dalam kepengurusan Partai Demokrat. Namun secara pribadi, hubungannya masih akrab. “Secara pribadi hubungan kami tetap baik-baik saja, almarhum terakhir-terakhir kan banyak membantu rekan-rekan lain mendirikan beberapa partai-partai baru,” jelas Roy.
Setelah meninggalkan Partai Demokrat, Sys Ns mendirikan partai baru, Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akhirnya namanya diubah menjadi Partai Nusantara Kedaulatan Rakyat Indonesia. Partai ini telah terdaftar di Departemen Hukum dan HAM tertanggal 18 Oktober 2006 setelah didirikan pada 18 Juli 2006. Namun partai tersebut tidak lulus verifikasi faktual untuk ikut dalam Pemilu 2009.
Banyak Profesi
Sys Ns lahir di Semarang, pada 18 Juli 1956. Awal kariernya di dunia hiburan ketika menjadi disc jokey. Ia pernah memperoleh penghargaan sebagai The Best of Disc Jockey of Indonesia pada 1975.
Tidak lagi kuliah membuatnya bisa mencoba banyak profesi, terutama yang berhubungan dengan dunia seni hiburan. Dia mulai mencoba peruntungan sebagai penulis skenario, sutradara, pemain film, bahkan humor seperti Sersan Prambors diikutinya. Dalam Sersan Prambors, Sys NS bergabung bersama Muklis Gumilang, Pepeng, Krisna Purwana, dan Nana Krip.
Politisi Senayan
Selain dunia hiburan, Sys juga pernah berkecimpung di dunia politik. Ia adalah Anggota Badan Pekerja (PAH II) MPR-RI periode 1999-2000 dan Anggota MPR-RI Utusan Golongan periode 1999-2004. Tiga tahun setelah reformasi, Sys bersama politisi lain mendirikan Partai Demokrat.
Namun sayang pada kongres Demokrat di Bali, bulan Mei 2005, dia kalah bersaing dengan adik ipar SBY, Hadi Utomo. pada penghujung tahun yang sama, Sys NS menyatakan mundur dari partai yang didirikannya tersebut.
Sementara untuk kehidupan pribadi, Sys NS menikah dengan Shanty Widhiyanti, SE, putri dari Drs. Syaiful Hamid. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, Syanindita Trasysty, Sabdayagra Ahessa, dan Sadhenna Sayanda. n