•   Rabu, 23 Oktober 2019
SGML

Craft Corner Majapahit Pasarkan Ribuan UMKM Khas Mojokerto

( words)
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono saat meninjau CCM NIP Ngoro. Foto SMG/Dwy Agus Susanti


SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Berbagai terobosan dilakukan Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, guna memasarkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) buah karya warga Bumi Majapahit. Salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak untuk bekerjasama dalam menjual produk tersebut.

Seperti kerjasama dengan Bukalapak.com, perhotelan, serta para pengusaha industri yang ada di Mojokerto. Kali ini giliran kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) yang digaet Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinaungi Yoko Priyono ini dalam memasarkan produk UMKM, Sabtu (29/12/2018).

Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto bersama NIP, kawasan industri bekerjasama membuka gerai sentra pemasaran hasil UMKM para pengusaha kecil di Kabupaten Mojokerto. Gerai yang berlokasi di pintu masuk kawasan NIP itu, menawarkan berbagai produk hasil karya warga Mojokerto.

Ada berbagai produk menarik yang bisa dibeli gerai Craft Corner Majapahit (CCM) ini. Diantaranya Batik khas Majapahit, sepatu berbahan kain songket, merchandise, pakaian serta pernak pernik lainnya produk UMKM asli Mojokerto. Seluruhnya bisa didapatkan di tempat ini.

Perwakilan manajemen NIP, Heru menuturkan, pihaknya sengaja bekerjasama dengan Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto, untuk membuka gerai CCM itu. Harapannya dengan adanya gerai CCM, bisa meningkatkan pemasaran produk-produk UMKM di Kabupaten Mojokerto.

"Setiap hari banyak mahasiswa, kemudian tamu-tamu dari luar daerah yang berkunjung ke NIP. Nah biasanya kan mereka mencari oleh-oleh khas Mojokerto. Maka itu, kami bersedia saat Dinas Koperasi menawarkan kerjasama untuk membuka gerai di lokasi ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono menuturkan, ada sebanyak 18.848 UMKM di Kabupaten Mojokerto. Jumlah itu diluar UMKM dibidang pertanian. Maka itu, pihaknya sengaja menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam memasarkan produk-produk UMKM di Mojokerto.

"Kami sangat berterimakasih NIP ini bersedia memberikan CSR-nya dan meminjami kami dua ruko yang dijadikan gerai CCM. Saya juga ucapkan terimakasih kepada para perajin UMKM yang sampai saat ini tidak lelah untuk memproduksi produk-produk asli Mojokerto," tutur Yoko.

Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini mejelaskan, sebenarnya sudah ada beberapa titik gerai atau tempat penjualan produk UMKM di Mojokerto. Namun, masih kecil-kecil.

"Nah di sini ini merupakan sentralnya. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa hotel di wilayah Trawas, Pacet dan di lokasi lain. Dan Alhamdulillah, pemasaran produk UMKM di Mojokerto sudah mulai meningkat tahun 2018 ini," jelasnya.

Menurut Yoko, kedepan tidak hanya persoalan gerai CCM saja, ia menyatakan akan menjalin kerjasama dengan manajemen NIP untuk meningkatkan penjualan produk UMKM. Misalnya sepatu, batik dan beberapa produk lainnya.

"NIP ini memiliki lebih dari 20 ribu karyawan. Misalnya sepatu saja, mereka mengambil dari hasil UMKM di CCM ini, kan ada peningkatan. Toh harganya cukup murah, dibawah Rp 100 ribu. Soal desain dan kualitas kita berani bersaing. Selain itu juga batik sudah menjadi pakaian nasional. Nanti saya akan melobi manajemen NIP agar satu hari dalam seminggu ada pakaian batik," tukasnya. dw

Berita Populer