Corona, Investor Asing Ramai-ramai Tanam Duit ke China

Illustrasi Investor Asing Ramai-ramai Tanam Duit ke China di Musim Corona. SP/ AP Foto

SURABAYAPAGI.com, China - Dislokasi pasar yang dipicu oleh virus Corona membawa keuntungan sendiri bagi pasar saham China. Belakangan banyak dana asing yang masuk ke pasar saham China dan beberapa analis melihat tren dislokasi pasar ini akan berlangsung dalam jangka panjang.

Dikutip dari CNBC, "Kami mendapati banyak investor asing secara global merombak kepemilikan mereka dalam kekacauan ini. Dalam hal ini, alokasi ke China menunjukkan peningkatan," ujar Kepala Firma dari EPFR Todd Willits, (14/5/2020).

Ketika pasar saham Amerika Serikat (AS) anjlok ke posisi terendah dalam tiga tahun terakhir, alokasi untuk saham China mencapai US$ 2 triliun. Alokasi sebesar itu menunjukkan peningkatan sekitar 20% dibanding tahun lalu dan sekitar 17% dari enam tahun lalu.

Meski ketegangan perdagangan antara China dan AS masih berlanjut, minat investor terhadap China tetap tinggi.

Pada Jumat, 8 Mei 2020 kemarin, Kingsoft Cloud menjadi perusahaan China pertama yang melantai di pasar modal AS dengan peningkatan saham lebih dari 40% dalam tiga hari perdagangan. Valuasi perusahaan ini sebesar US$ 5 miliar.

Saham blue chip China secara bertahap menjadi bagian dari portofolio investasi global, terutama setelah perusahaan pengindeksan MSCI mengumumkan pada 2018 lalu bahwa saham China akan menjadi bagian dari indeks Emerging Market MSCI. Sejak tahap pertama keikutsertaan saham China di MSCI, jumlah investor asing di China langsung melonjak sekitar 30%. (dc/cnbc/cr-02/dsy)