•   Selasa, 18 Februari 2020
Skandal Tokoh

Cinta Jurnalistik, Tergoda Politik

( words)
Grace Natalie Louisa atau yang akrab dipanggil Grace Natalie. SP/bom


Dunia jurnalis memang sampai kapanpun tidak pernah membosankan. Hal itu juga dirasakan oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie Louisa atau yang akrab di panggil Grace Natalie. Sebelum membanting stir terjun ke dunia politik, Grace tternyata lulusan perusahaan jurnalistik terkemuka di Indonesia.

Kontributor Surabayapagi, Putri

SURABAYAPAGI.COM - Perempuan berdararah China-India ini mengawali karirnya dengan iseng mengikuti ajang kompetisi SCTV Goes to Campus untuk mencari bibit-bibit muda berbakat. Grace mengikuti kompetisi tersebut dan meraih kemenangan untuk wilayah Jakarta. Ketika ditandingkan lagi di tingkat nasional, ia menduduki peringkat lima besar. Sejak saat itu, pintu masuk ke dunia pertelevisian mulai terbuka baginya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, SCTV langsung merekrutnya. Di sana ia menjadi salah satu penyiar Liputan 6. Pada tahun-tahun pertamanya sebagai jurnalis ia banyak turun ke lapangan meliput berbagai peristiwa, mulai dari berita kriminal, politik, ekonomi, dan peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat.

Pada awalnya, ia mengaku sulit beradaptasi dengan dunia pertelevisian yang sangat dinamis dengan jam kerja yang tidak menentu. Namun itu semua tidak menyurutkan semangatnya, bahkan dari pengalaman-pengalaman inilah ia digembleng dan perlahan-lahan ia semakin jatuh cinta pada dunia jurnalistik.

Dalam waktu tiga tahun kariernya makin menanjak dan ia sempat berpindah-pindah stasiun TV. Dari SCTV ia pindah ke ANTV, dan tak lama kemudian dari ANTV ia pindah lagi ke TVOne mengikuti seniornya, Karni Ilyas.

Grace pernah beberapa kali melakukan wawancara ekslusif dengan tokoh-tokoh internasional seperti Abhisit Vejjajiva (Perdana Menteri Thailand), Jose Ramos Horta (Presiden Timor Leste), Steve Forbes (CEO Majalah Forbes), dan George Soros.

Selain wawancara eksklusif, Grace pernah ditugaskan meliput tragedi tsunami Aceh pada akhir 2004 dan konflik horizontal di Poso, Sulawesi Tengah. Pada Agustus 2009 ia juga meliput penggerebekan teroris di Temanggung, Jawa Tengah. Pada Juni 2012, Grace Natalie resmi meninggalkan tvOne untuk menjadi CEO Saiful Mujani Research and Consulting.

Bakatnya di dunia jurnalistik mampu mendepaknya sebagai salah satu pembawa acara berita terfavorit pada Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer. Dia juga pernah terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita terseksi 2009 versi FHM Indonesia.

Grace Natalie banting setir ke dunia politik pada 2014. Terkait pilihannya untuk terjun ke dunia politik, ia mengatakan melalui channel YouTube Net TV bahwa dia tidak punya pengalaman di bidang politik. Namun dia bergabung dengan lembaga survei politik semenjak keluar dari TVOne.

Grace menceritakan awal ketetarikannya mendirikan sebuah partai adalah saat dirinya mulai bergabung di lembaga konsultasi politik. Dia pun bertekad untuk menciptakan partai yang bebas korupsi.

Grace Natalie, tiba-tiba memperkenalkan diri sebagai ketua umum partai dalam acara silaturahmi di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

"Perkenalkan saya Grace, Ketua Umum PSI. Saya perempuan, muda, non-Muslim dan Tionghoa. Kalau bukan di Muhammadiyah dan juga NU, tentu saya tidak bisa duduk bareng tokoh senior yang saya hormati ini. Mungkin saya akan ditempatkan di barisan paling belakang," ungkap Grace dalam acara Silaturahmi Tokoh Bangsa ke-7 bertema ’Problematika Bangsa dan Solusinya’ itu, dengan penuh percaya diri.

Manuver ini dilakukan Grace lantaran dirinya merasa jenuh dengan rutinitas yang ada. Maka dengan itu, Grace ingin mencoba tantangan yang baru. Maneuver ke dunia politik ini menjadi ketertarikan tersediri bagi Grace.

Dirinya yang sering mengulas berita politik dari kulit luarnya saja ingin menggali pengetahuan hingga sampai akarnya. Maka dari itu ia memutuskan terjun ke dunia politik.

Keseriusannya dalam dunia politik makin mendalam, bahkan kerap kali dirinya didaulat sebagai narasumber untuk isu-isu politik Tanah Air

Berita Populer