China Bangkit, Permintaan Batu Bara Terungkit

SURABAYAPAGI.com, Beijing - Sebanyak 32 kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi, semuanya dari luar negeri, dan 30 kasus tanpa gejala dilaporkan di daratan Cina pada hari Senin, menurut Komisi Kesehatan Nasional China (NHC). Tidak ada kematian baru yang dilaporkan untuk pertama kalinya sejak NHC mulai menerbitkan pembaruan harian tentang coronavirus pada bulan Januari.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di daratan Cina mencapai 81.740. Jumlah kematian kumulatif sekarang di 3.331, sementara 1.033 pasien tanpa gejala berada di bawah pengawasan medis.

Pada hari yang sama, otoritas kesehatan Cina mengatakan 89 pasien dipulangkan dari rumah sakit, sehingga jumlah total kasus yang dipulihkan menjadi 77.167.

Jumlah terbaru dari total kasus yang dikonfirmasi di wilayah administrasi khusus Hong Kong dan Makau dan wilayah Taiwan adalah sebagai berikut:
Hong Kong: 914 (216 sembuh, 4 kematian)
Makao: 44 (10 sembuh)
Taiwan: 373 (57 sembuh, 5 kematian)

Pemerintah China bergerak cepat. Pada awal-awal fase penularan, pemerintah menerapkan karantina wilayah (lockdown) di Wuhan dan sejumlah daerah lainnya untuk menekan risiko penularan virus. Pemerintah juga membangun belasan rumah sakit temporer untuk merawat pasien virus corona.

Awalnya China memang sangat terpukul karena virus corona membuat aktivitas ekonomi di sana nyaris lumpuh. Namun kesigapan pemerintah membuat penyebaran virus ini bisa dikendalikan.

Dalam tiga hari terakhir, tidak ada tambahan pasien corona baru yang disebabkan oleh penularan domestik. Pasien baru terjangkit virus ini dari luar negeri (imported case).

Kini aktivitas ekonomi di China berangsur normal meski belum 100%. Konsumen mulai memadati pusat perbelanjaan dan restoran karenasocial distancing tidak lagi diperlukan. Virus corona sudah bisa dijinakkan.

"Sudah terlihat banyak orang di pusat kota, jauh berbeda dengan pemandangan Februari. Orang-orang sudah mulai mengantre untuk membeli barang," ujar Chen Jiayi, seorang mahasiswi di Shanghai, seperti dikutip dari Reuters.
Aktivitas ekonomi yang mulai bangkit menandakan kebutuhan energi pun meningkat. Ketika permintaan energi naik, maka permintaan terhadap sumber primer seperti batu bara akan terangkat.

Data Refinitv menunjukkan pengiriman batu bara yang sudah sampai di pelabuhan China sepanjang 1-13 Maret adalah 10,8 juta ton. Naik 1,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan impor membuat stok batu bara China terdongkrak. Stok batu bara di pelabuhan Qinhuangdao tercatat 5,8 juta ton per 13 Maret. Naik 1,75% dibandingkan tahun lalu.

Ditopang oleh kenaikan permintaan China, harga batu bara berhasil bangkit pekan ini. Jika aktivitas ekonomi di Negeri Panda semakin semarak, maka harga batu bara bakal ikut terdongkrak.(cgtn/rtr/cnbc/cr-03/dsy)