•   Selasa, 7 April 2020
SGML

Cerme Dikepung Banjir, Relawan BMI Turun Tangan

( words)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Banjir yang mengepung Kecamatan Cerme, Gresik sejak Selasa (19/3/2019) hingga Kamis (21/3/2019) belum juga surut. Bahkan, genangan air hingga selutut orang dewasa ini sempat melumpuhkan jalur Gresik-Surabaya. Ironisnya, perhatian pemerintah untuk menanggulangi banjir ini belum terlihat. Padahal ini merupakan banjir musiman.
Pantauan di lokasi, akibat banjir ini aktivitas warga terganggu. Tak hanya pengguna jalan yang harus hati-hati. Para pelajar yang hendak ke sekolah terpaksa menerobos banjir yang menggenangi jalan perkampungan.
Beruntung ada relawan Banteng Muda Indonesia (BMI) yang turut membantu warga. Mereka pun melakukan pembersihan enceng gondok serta sampah yang menyumbat sejumlah titik saluran air. “Kami melakukan pembersihan enceng gondok dan sejumlah saluran air agar banjir cepat menyusut. Itu semua kami lakukan karena gak tega melihat adik-adik sekolah yang terganggu saat berangkat dan pulang. Belum lagi ada warga yang kendaraannya mogok saat beraktivitas,” ujar Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) BMI Cerme, Harianto di lokasi banjir, Kamis (21/3/2019).

“Kami juga mengajak kepada para pemuda di Cerme dan Gresik untuk lebih peduli terhadap lingkungan agar banjir semacam ini tak terulang lagi tahun depan,” lanjut dia.

Selain menjadi sukarelawan pembersih saluran air, BMI Cerme juga memberikan bantauan paket sembako terhadap 74 kepala keluarga dari 4 desa yang terdampak banjir. “Ada empat desa yang paling parah, yakni Morowudi Wetan, Morowudi Kulon, Ngebret dan Ngepungsari,” pungkas Harianto.

Sementara itu, Sulasmi (54) salah satu korban Banjir yang mendapat bantuan sembako, mengaku sangat senang atas tindakan BMI Cerme yang tanggap dan peduli para korban banjir. ”Kami sangat terbantu sekali. Semoga pemuda disini bisa lebih peduli lingkungan, agar kejadian serupa tidak terjadi tahun depan,” ungkapnya singkat.

Berita Populer