•   Sabtu, 4 April 2020
Hukum & Pengadilan

Cen Liang Tebar Fitnah, Pimpinan SP Diaku anak Buahnya

( words)
Henry J. Gunawan alias Cen Liang


Jumat (17/5/2019) siang kemarin, suasana Rumah Tahanan Kelas 1 Surabaya, yang berada di Jalan Letjen Sutojo, Medaeng, Waru, Sidoarjo, terlihat cukup cerah dan tak begitu ramai. Hiruk pikuk suasana rutan dari luar pun, terlihat ada beberapa keluarga yang hendak mencoba berkunjung.

Wartawan Surabaya Pagi yang hendak bertemu Kepala Rutan Medaeng Teguh Pamuji, sempat disuruh menunggu di ruang tunggu utama, sebelum ditemui oleh Teguh Pamuji beserta 3 staffnya dibidang Seksi Remisi, Seksi CB (Cuti Bersyarat) serta Kepala Seksi.

Teguh Pamuji, yang mengenakan batik bercorak berwarna merah, dengan tagname bertuliskan “Teguh” dan identitasnya Rutan terpasang di dada kanan kirinya.

Terkait soal remisi Cen Liang yang diajukan pihak Rutan Medaeng kepada Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, akhirnya diturunkan bahwa Henry Jocosity Gunawan hanya mendapat remisi 15 hari. Bahkan, Henry yang juga mengajukan CB kepada rutan, belum disetujui Dirjen Pemasyarakatan. “Iyah benar, Henry cumw mendapat remisi 15 hari. Pengajuan sejak 6 Mei 2019 lalu,” kata Teguh kepada tim wartawan Surabaya Pagi, di ruang kerjanya, Jumat (17/5/2019). (Selengkapnya, baca wawancara eksklusif Surabaya Pagi dengan Teguh Pamuji).

Teguh, saat ditanya tentang perilaku narapidana Cen Liang di dalam Rutan, selama menghuni di Rutan Medaeng, sering disorot Pers.

Karutan Bingung
Bagaimana pak Teguh melihat Henry di dalam rutan, apakah bertolak belakang dengan proses pengajuan remisi maupun CB nya?. Teguh menjawab Henry selama di dalam Rutan, tidak pernah berulah.

“Saya lihat selama di dalam sini dan sesuai fakta memang tidak ada yang salah. Kelakuan dia baik selama didalam rumah tahanan. Tidak berbuat onar. Jadi saya juga bingung kalau rutan dituduh-tuduh punya tendensi lain selain apa yang kami kerjakan sesuai aturan,” tegasnya.

Teguh sendiri sempat bertanya kepada Henry J Gunawan, terkait hubungan dengan Surabaya Pagi, yang beberapa kali mengkritisi dan menulis bos PT Gala Bumi Perkasa itu. “Saya juga sempat bertanya pada saudara Henry, ada apa dengan Surabaya Pagi. Kok terus-terusan disoroti. Kata dia, Henry, malah bilang itu dulu (Pimpinan SP, red) anak buahnya . Gak tau benar atau tidak omongan Henry semacam ini. Saya juga mendengar jika banyak orang yang tidak suka diluar sana, itu kan beda konteks. Kami melihatnya didalam bukan diluar,” jelas pria yang selalu berpenampilan rapi ini.

Bahkan, ia juga tidak mau mencampur adukkan soal keributan Henry diluar rutan saat dieksekusi Kejaksaan. “Termasuk yang soal dia bikin ribut didepan rutan saat eksekusi kejaksaan. Itu kan di luar, jadi belum menjadi tanggungjawab kami. Jadi ya tidak ada masalah soal ajuan remisi dan cuti bersyaratnya,” kilahnya.

Respon Pimpinan SP
Terpisah tentang klaim Henry J Gunawan, yang disebutkan Teguh Pamuji, bahwa pimpinan dan pemilik Surabaya Pagi, Dr. H. Tatang Istiawan adalah anak buah Henry J Gunawan, Tatang, berang, menolak keras pernah jadi anak buah Cen Liang.
Tatang sambil mengernyitkan wajahnya justru menuding Henry telah melakukan pelecehan terhadap martabatnya. “Ini pelecehan, sudah masuk ranah hukum, perbuatan melawan hukum. Saya ini mulai dulu sampai sekarang jurnalis, tak pernah bekerja ikut orang, apalagi gabung Cen Liang. Saya pimpin Surabaya Pagi dengan independen,” jelas Tatang, saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Jumat (17/5/2019) malam.
Diungkapkan oleh Tatang, ia kenal Henry, sejak tahun 1978. Saat itu Henry menjadi terdakwa penyelundupan obat daftar G di Pengadilan Negeri Surabaya. Atas perkenalan itu, Henry, pernah minta bantuan rampungkan urusannya di Pemprov Bali. Bantuan ini dalam kapasitas profesional bidang hukum. ”Saya dengan Henry, teman. Tapi saya kritis terhadap Henry, saat kasus Pasar Turi, sebab Henry merugikan pedagang Pasar Turi,” tambah doktor ilmu hukum Untag Surabaya. n fir/hmi/rmc

Berita Populer