•   Jumat, 28 Februari 2020
Otonomi Daerah

Cek Efektifitas ’Gayatri’, Dewan Sidak Puskesmas Blooto

( words)
Komisi III DPRD Kota Mojokerto saat sidak sistem Gayatri di Puskesmas Blooto. SMG/Dwy Agus Susanti


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto melakukan inspekai mendadak (Sidak) ke Puskesmas Blooto, Senin (6/1). Sidak komisi bidang kesehatan ini untuk mengecek pemberlakuan sistem pendaftaran pasien online bertajuk Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi).

"Kami mengapresiasi peluncuran aplikasi ini. Intinya kami berharap agar ketika aplikasi ini diterapkan, layanan Puskesmas berjalan seperti biasa. Petugas medis wajib cekatan dan jangan sampai selama trial kepentingan pasien tidak terganggu, " tutur Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo Senin (6/1) tadi siang.


Image

Di Puskesmas Blooto, rombongan Komisi III disambut Kepala Puskesmas Blooto Shopia dan dr Farida Mariana, mantan kepala Puskesmas Blooto.Tak hanya mengingatkan soal hak pasien, politisi Partai Golkar tersebut juga mengingatkan keberpihakkan terhadap pelayanan. "Keramahan terima tamu itu wajib, juga soal percepatan resep terutama bagi pembuatan puyer," tandasnya.

Pada hari pertama peluncuran Gayatri terjadi keterlambatan penanganan pasien. Banyaknya penumpukan pasien usai libur Tahun Baru membuat sejumlah pasien mengeluh.

Soal ini, baik Shopia maupun Farida tak mengelak. "Sistem ini masih trial, semuanya masih butuh untuk belajar. Apalagi itu pasca liburan Natal dan Tahun baru, sehingga pasiennya banyak," ungkapnya.

Keduanya mengungkapkan perubahan sistem informasi dari manual ke online ini akan efektif paling lama dua pekan kedepan. "Trialnya dua minggu. Jika jumlah pasien sangat banyak seperti pada hari pertama kami akan menginput separuh dulu dengan mode manual. Kami berharap aplikasi ini berjalan secara smooth sehingga tidak ada masalah," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Christiana Indah Wahyu mengungkapkan pihaknya tengah menjalankan uji coba (trial) Gayatri. Pihaknya berharap aplikasi hasil kreasi staf dinas tersebut akan memangkas jalur pendaftaran layanan kesehatan di loket. "Dengan aplikasi ini maka pasien cukup daftar dengan handphone di rumah. Selanjutnya pasien dapat mengambil nomor di Puskesmas tanpa menunggu lama," urainya.

Ia mengungkapkan jika aplikasi ini masih dalam taraf uji coba. Ia berharap jika sudah lancar maka hak-hak pasien dapat terlayani dengan baik.

Sekedar informasi, sebanyak lima unit Puskesmas dan sejumlah Puskesmas Pembantu di Kota Mojokerto mulai mengadopsi sistem pendaftaran pasien online. Aplikasi yang dapat diakses via smartphone android bernama Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) ini mulai diterapkan Jumat (3/1).

Peluncuran Gayatri ini diharapkan dapat memangkas antrean pasien di loket pendaftaran. Termasuk, sebagai media penyampai informasi kesehatan dan jadwal pemeriksaan pasien hipertensi yang mempunyai kebiasaan malas berobat.dw

Berita Populer