•   Selasa, 19 November 2019
SGML

Cegah Flu Burung, Disnakwan Protek Unggas Masuk Lamongan

( words)
Ilustrasi.


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan (Disnakwan) bergerak cepat untuk mengantisipasi mewabahnya flu burung, seiring munculnya kasus flu burung yang menyerang unggas di wilayah kabupaten tetangga Mojokerto belum lama ini. Langkah antisipasi itu seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Disnakwan, Bruno D Bu'u, Rabu (24/1/2018) menyebutkan agar jangan sampai wabah flu burung bergerak dan urbanisasi ke Lamongan. "Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengantisipasi agar Lamongan terhindar dari ancaman wabah flu burung," terangnya. Antisipasi yang paling cepat lanjutnya, dengan melakukan gerakan memprotek semua jenis ternak unggas yang masuk ke Lamongan. "Kita lakukan gerakan vaksinasi terhadap unggas peliharaan penduduk dan juga upaya memprotek hewan yang masuk ke Lamongan, khususnya dari wilayah selatan," kata Bruno. Disebutkan olehnya, yang difilter, tidak hanya ternak atau unggas yang masuk dari arah Selatan, dari berbagai daerah yang masuk ke Lamongan pada dasarnya harus diperiksa. Ini untuk mencegah hewan ternak terjangkit penyakit menular menjalar di Lamongan dan membahayakan masyarakat. Gerakan vaksin telah dilakukan terhadap sejumlah unggas milik penduduk. Upaya vaksinasi untuk menghindari virus H5N1 ini juga dalam upaya agar warga tidak terkena dampaknya, seperti rabies. "Begitu juga dengan ayam yang selama ini sering terjangkit flu burung atau tetelo,” ujarnya. Untuk menghindari semua penyakit itu, pihaknya memberikan tindakan preventif di lima lokasi yakni Sukodadi, Paciran, Mantup, Babat dan Lamongan. Pemberian vaksin tersebut khusus untuk hewan yang sehat, sedangkan yang sakit tidak boleh. Hewan boleh dipotong setelah 14 hari divaksin. “Kalau dipotong sebelum 14 hari, maka akan sia-sia pemberian vaksin. Walaupun sebenarnya tidak masalah jika ingin dipotong,” ungkapnya. Setelah divaksin, warga harus menjaga kebersihan hewan, kandang dan lingkungan harus bersih dan dirawat. Sementara itu, Muflik pemilik ternak ayam mengaku sangat terbantu dengan pemberian vaksin gratis dari pemerintah ini. Apalagi petugas datang langsung memberi vaksin. Diakui Bruno, hingga kini belum ada laporan adanya kasus flu burung di Lamongan. Pihaknya berharap flu burung tidak ada di Lamongan. Meski begitu, Disnakwan selalu mendeteksi dan mengantisipasi dengan menerjunkan tim khusus. Setiap hari tim akan mengecek ternak dengan cara di vaksin, sehingga tidak terjadi penularan. Pihaknya tidak ingin kasus flu burung masuk. "Kalau boleh saya katakan jangan sampai kecolongan," pungkasnya.jir

Berita Populer