Calon PDIP Masih Misteri

Dari 18 Pendaftar di DPC PDIP Surabaya, Hanya Mengerucut 3 Nama, Whisnu Sakti, Armudji dan Dyah Katarina. Peran Bambang DH dan Tri Rismaharini masih turut Menentukan dalam Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020-2025
Rangga Putra, Alqomar, Raditya M.K.
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Dari 18 orang bakal calon yang mendaftar di DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, mengerucut hanya ada tiga nama. Yakni Wisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya saat ini), Armudji (anggota DPRD Jatim) dan Dyah Katarina (anggota DPRD Surabaya yang juga isteri Bambang DH). Sementara dalam menelorkan calon wali kota (cawali) definitif dari PDIP, pertimbangan dariincumbent yakni Tri Rismaharini ikut menentukan. Meski tidak selalu berpikir kandidat dari bawaan Risma, hingga hari ini, diantara pengurus DPC PDIP masih menganggap calon Wali Kota Surabaya dari PDIP masih menjadi sebuah misteri. Sejauh ini nama-nama kandidat dari PDIP belum tampak. Seperti kejadian di Solo, yang tiba-tiba muncul sosok calon di luar kader PDIP, yakni Gibran Rakabuming, putera Presiden RI Joko Widodo. Demikian informasi yang dihimpunSurabaya Pagi dari pengurus PDIP Surabaya, termasuk dari Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.
---------------

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -“Terus terang kalau ditanya siapa sosok (calon Wali Kota Surabaya) yang kuat, pengganti Risma masih menjadi misteri,” kata Adi Sutarwijono alias Awi, Ketua DPC PDIP Surabaya dan Ketua DPRD Surabaya saat ditemuiSurabaya Pagi di sebuah restoran di kawasan Surabaya Pusat, Kamis (12/12/2019) malam tadi.

Awi menegaskan, siapa yang akan diangkat oleh partai berlambang banteng moncong putih ini dalam kontestasi pemilihan Wali Kota Surabaya 2020-2025 mendatang masih menunggu keputusan DPP PDIP yang tak lain hasil dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Belumlah (nama pastinya). Untuk itu nunggu pusat. Jangan dibahas di sini,” jelas Awi, yang malam itu tampak santai demgan kemeja kotak-kotak merah dan putih.

Risma jadi Ukuran

Sebelum ini, timSurabaya Pagi sudah sempat wawancara dengan Awi terkait sosok Walikota pengganti Tri Rismaharini. Pasalnya, Walikota Surabaya mendatang memiliki tugas berat. Apalagi Surabaya menjadi salah satu dari 10 kota yang ditargetkan Presiden Jokowi sebagai kota metropolitan, yang sudah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk 5 tahun ke depan.

Menurut Awi, cawali PDIP nantinya harus punya karakter yang sama dengan Tri Rismaharini. Namun Awi menambahkan, dari delapan belas kontestan yang mendaftar ke DPC PDIP Surabaya, semuanya layak dan punya kapasitas. Namun, sambung Awi, pengalaman adalah faktor yang paling dipertimbangkan partai sebelum menentukan jatuh ke siapa rekom Pilwali.

"Yang pasti sosok tersebut pekerja keras, memiliki jaringan luas dan punya basis massa. Dengan begitu, dia dapat mendorong partisipasi publik dan legitimasi di pemerintahan. Sosok tersebut juga harus punya konsep pembangunan," ungkap Ketua DPRD Surabaya yang akrab disapa Awi ini.

Walau begitu, hingga kini pihaknya masih menunggu rekom dari DPP. Terkait hal ini, sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi menyebut sejumlah rekom Pilkada bakal disampaikan pada HUT PDI Perjuangan pada 10 Januari mendatang. "Siapa pun orangnya yang mendapat rekom DPP, kami DPC bakal tunduk dan patuh, serta mengeksekusi perintah partai secara solid dan bertanggung jawab," tandas mantan wartawanTempo ini.

18 Pendaftar

Sejak dibukanya penjaringan bakal Cawali dan Cawawali Surabaya mulai 5 September 2019, ada 18 orang pendaftar melalui PDIP. Ada yang kader asli PDIP, ada pula aktivis dan pengusaha. Kader PDIP yang mendaftar adalah Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Armudji, dan Eddy Tarmidi Widjaya.

Sedang politisi non-PDIP diketahui Fandi Utomo, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat yang menyeberang ke PKB. Lainnya aktivis, seperti Ony Setiawan (GMNI), Lia Istifhama (keponakan Gubernur Jatim Khofifah), Dwi Astutik (Muslimat NU), Chrisman Hadi (seniman), Warsito (HKTI/pengusaha), Haries Purwoko (Pemuda Pancasila/pengusaha).

Ada purnawiran TNI AL, yakni Laksda TNI (Purn) Untung Suropati (mantan Kadispen TNI AL). Selebihnya kalangan professional/pengusaha, seperti Sutjipto Joe Angga, Sri Setyo Pertiwi, Mega Jaya Agus Tjandra, Ahmad Wahyuddin, dan Gunawan.

Nama-nama ini belum termasuk tokoh yang mendaftar melalui DPP PDIP. Risma disebut Sekjen PDIP Hasto Kristianto mendaftarkan jagoannya di DPP. Namun siapa yang didaftarkan Risma, tidak pernah diungkap. Spekulasi pun bermunculan, gaco Risma itu antara Eri Cahyadi (Kepala Bappeko Surabaya) dan Hendro Gunawan (Sekkota Surabaya).

Manuver Armuji

Di saat menunggu rekom dari DPP PDIP, sejumlah kandidat terlihat aktif turun ke bawah(grass root). Mereka sudah menebar banyak spanduk dan baliho ke berbagai sudut kota Surabaya. Yang cukup agresif, terlihat Whisnu Sakti Buana, Armudji dan Dyah Katharina. Mereka terus berupa menggalang dukungan.

Armuji, misalnya. Kemarin, mantan Ketua DPRD Surabaya itu menggelar pertemuan dengan ratusan Bunda PAUD dalam kemasan pengajian Maulid Nabi dan Silaturahmi di Simokerto. "2020 nanti, saya juga maju sebagai calon wakil wali kota. Wis tuwo, wakil kotane Sing enom wae. Mohon dukungannya ya," cetus politisi yang akrab disapa Cak Ji ini di hadapan ratusan pengajar PAUD seluruh Kecamatan Simokerto, Kamis (12/12/2019).

Dalam sosialisasi pencalonan dirinya sebagai bakal calon wakil wali kota, Cak Ji berhasil mencuri perhatian Bunda PAUD. Armuji menyebut, keberhasilan Kota Surabaya hingga banyak mendapat penghargaan dan menjelma menjadi kota internasional karena kepemimpinan Risma. "Masih cinta Bu Risma," tanya Cak Ji yang langsung serentak disambut antusias ratusan Bubda PAUD, Masih.."

Ketua Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) ini pun meminta agar ratusan bunda PAUD ini mendukung calon yang ditunjuk Risma melanjutkan program dan pembangunan Kota Surabaya. "Kalau Bu Risma menunjuk penerusnya yang satu misi, satu visi dengan Bu Risma, ibu-ibu mendukung ya," langsung disambut antusias ratusan ibu-ibu.

Armuji tetap akan memperhatikan kesejahteraan para bunda PAUD. Selama ini mereka sudah mendapat honor dari Pemkot melalui Dinas Pendidikan.

Whisnu Optimistis

Dalam satu kesempatan, Whisnu Sakti Buana sempat mengungkapkan keyakinannya dapat rekomendasi sebagai Cawali dari DPP PDIP. Menurut politisi yang akrab disapa WS ini, DPP PDIP dalam menurunkan rekom nantinya pasti akan mempertimbangkan matang keadaan di lapangan. "Kalau dilihat dari sisi itu, kami yakin dapat rekom," kata Whisnu.

Ia mengaku terus bergerak bersama para relawannya, turun menemui warga Surabaya. "Kami massif bergerak," tandas Whisnu yang kini menjadi Wakil Ketua DPD PDIP Jatim ini.

Peluang Eri Cahyadi

Di sisi lain, Eri Cahyadi dinilai memiliki peluang mengantongi tiket PDIP di Pilwali Surabaya 2020. “Dengan keberadaan Bu Risma di kepengurusan DPP PDIP, tentu saja ini semakin membuka peluang Pak Eri untuk bisa dapat tiket PDIP. Jadi ini memang bisa disebut momentum untuknya,” ujar Suko.

Menurutnya, sosok Eri Cahyadi sangat layak untuk berkontestasi di Pilwali Surabaya 2020. Modal yang dimiliki birokrat berkarir moncer ini dianggap sudah cukup. “Modal personal beliau sudah oke. Kinerjanya bagus. Modal sosial pun mulai digarap dan berdampak positif juga. Dengan posisi Bu Risma saat ini pun bisa dibilang modal partai politik juga telah diamankan,” papar Suko.n