•   Senin, 18 November 2019
Pemilu

Calon Ketua DPR, Puan Paling Berpeluang

( words)
Politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani digadang-gadang paling berpeluang untuk menjadi Ketua DPR RI. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan kursi Ketua DPR di periode selanjutnya akan diduduki partai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Menurut politikus Golkar itu, aturan tersebut sudah tertuang di dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).
"Sesuai dengan UU MD3 sudah sepakat pembentukan Ketua DPR itu pemenang pemilu adalah ketuanya," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Ia pun memastikan tidak akan ada perubahan atau revisi terkait aturan yang tertuang di dalam UU MD3 itu sampai pada waktu pemilihan pimpinan DPR periode 2019-2024 mendatang.
"Saya sebagai Ketua DPR memastikan tidak ada perubahan yang terkait itu (UU MD3) karena saya yang gol-kan," katanya.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hampir dipastikan menjadi partai pemenang Pemilu 2019.
Berdasarkan data real count resmi KPU dari 325.119 TPS per Senin (13/5/2019) pukul 10:09 WIB, PDIP mengumpulkan sebanyak 20 persen suara. Di bawah partai berlambang banteng itu mengekor Golkar dengan perolehan suara sebanyak 13,13 persen.
Berangkat dari itu, kursi Ketua DPR mendatang diprediksi akan diduduki perwakilan dari PDIP.
Peluang Puan Maharani
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengakui bahwa Ketua DPP PDIP Puan Maharani adalah kader yang paling berpeluang menjadi Ketua DPR RI.
"Puan Maharani memang kader yang paling berpeluang. Sesuai kententuan UU MD3 (UU MPR, DPR, DPD dan DPRD), parpol pemenang pileg 2019 berhak menugaskan kadernya untuk menjadi Ketua DPR RI," ujar Basarah, kemarin.
Basarah menyebut, Puan memiliki kapasitas menjadi Ketua DPR RI karena berbagai pengalamannya di dunia politik. Selain berpengalaman sebagai Menko PMK RI 2014-2019, ucap Basarah, Puan juga pernah menjabat Ketua Fraksi PDIP 2009-2014 dan sudah tiga periode menjadi pengurus DPP PDIP.
"Puan juga memiliki legitimasi yang kuat untuk duduk sebagai Ketua DPR RI karena perolehan suara Puan dalam pileg 2019 ini memecahkan rekor perolehan tertinggi yaitu di atas 420 ribu suara," ujar Basarah.
"Namun demikian, keputusan akhir tentang siapa yang akan ditugaskan menjadi Ketua DPR RI dari PDIP tetap tergantung hak prerogatif dan keputusan Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri," tambah Basarah.
Sementara itu, nama Puan Maharani disambut positif oleh NasDem, rekan satu koalisi. Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate menilai, Puan layak menduduki kursi Ketua DPR. Pihaknya pun siap mendukung siapa saja calon yang akan diajukan PDIP sebagai Ketua DPR periode 2019-2024.
"Salah satu tokoh yang memang mumpuni di PDIP adalah Ibu Puan, yang juga memperoleh suara terbesar di Indonesia dalam Pileg kali ini. Nah, recognition itu harus kita hormati," kata Plate di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, kemarin.
Menurutnya, Indonesia bakal bangga dan senang memiliki pemimpin perempuan. Dulu, kata Plate, Indonesia senang memiliki presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri. Dan dia berharap DPR juga bisa dipimpin seorang perempuan.
"Kalau bisa juga Ketua MPR perempuan. Dan NasDem mempunyai tokoh-tokoh yang juga layak menjadi pimpinan MPR, apalagi kalau Ketua MPR-nya perempuan, wah, hebat kan kita," kata Plate.
Terkait tokoh perempuan yang disiapkan NasDem, Plate tak menyebut nama namun dia mengklaim partainya memiliki sejumlah politikus perempuan yang tak diragukan kapabilitasnya. "Ada banyak," tutupnya.

Berita Populer