•   Rabu, 29 Januari 2020
Ekonomi China

Cadangan Devisa China Menajam Menembus Angka US$ 18,23 Miliar

( words)
Tampak depan gedung People’s Bank of China. SP/Rtr


Yuan menguat tajam bulan lalu di tengah harapan bahwa para pemimpin AS dan China akan menyepakati gencatan senjata perdagangan saat menghadiri KTT G20 di Jepang.

Pada KTT itu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dan Trump menawarkan konsesi termasuk tidak ada pungutan baru dan pelonggaran pembatasan raksasa teknologi Huawei.

Saat ini, Cadangan devisa China pada Juni naik lebih dari perkiraan karena meningkatnya harapan gencatan senjata perang dagang dengan Amerika Serikat membantu mengurangi tekanan pada mata uang yuan.

Data People’s Bank of China menyebutkan cadangan devisa China naik US$ 18,23 miliar menjadi US$ 3,119 triliun pada Juni.

Yuan CNY sangat sensitif terhadap perkembangan dalam sengketa perdagangan China-AS yang berlangsung selama setahun yang telah meningkatkan tekanan pada ekonomi China yang sudah melambat.

Regulator valuta asing dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, peningkatan cadangan devisa pada Juni karena perubahan dalam nilai tukar mata uang dan harga aset.

Wang Chunying, juru bicara SAFE, menghubungkan kenaikan cadangan devisa Juni dengan berbagai faktor, termasuk fluktuasi nilai tukar dan perubahan harga-harga aset.

Meskipun meningkatnya ketidakpastian eksternal dan volatilitas, ekonomi China telah mempertahankan stabilitas keseluruhan dan berjalan dalam kisaran yang wajar sejauh mi tahun ini, kata Wang, menekankan bahwa pasar valuta asing China telah menjaga keseimbangan dasar antara penawaran dan permintaan.

Wang mengatakan negara itu akan terus meningkatkan pembangunan ekonomi berkualitas tinggi, meluncurkan Iebih banyak Iangkah untuk memajukan dan meningkatkan ketahanan dan ekonomi keberlanjutan.

Langkah-Iangkah ¡ni akan memberikan dasar yang kuat untuk stabilitas cadangan devisa, Wang menambahkan.

Sebelumnya ekonom telah memperkirakan cadangan devisa China, yang selama ini diketahui terbesar di dunia, akan naik sebanyak US$ 2 miliar menjadi US$ 3,103 triliun. Hal itu seiring dengan harapan akan tercapai kesepakatan dalam perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) sekaligus membantu mengurangi tekanan pada mata uang yuan.

Administrasi Valuta Asing Negara (SAFE) China mengatakan kenaikan itu terjadi karena ada perubahan dalam nilai tukar mata uang dan nilai aset.

Berita Populer