•   Jumat, 3 April 2020
JawaTimur

Busyro-Fauzi Dinilai Gagal Pimpin Sumenep

( words)


SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Kamis (4/4/2019). Mereka mengkritisi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, A Busyro Karim dan Achmad Fauzi.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai sembilan program yang dicanangkan tidak berjalan maksimal. Salah satu bukti, program “membangun desa menata kota” hanya sebatas janji belaka. “Kami menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati selama tiga tahun gagal. Buktinya, program yang dicanangkan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumenep,” kata Korlap Aksi, Dimas Wahyu Abdillah.

Dimas mengungkapkan, versi kajian mahasiswa, pembangunan infrastruktur di wilayah Sumenep terkesan kurang serius. Buktinya, tiap kali turun hujan, di wilayah perkotaan sering terjadi banjir di beberapa titik. “Belum lagi di daerah kepulauan. Proyek pembangunan dikerjakan asal-asalan, tidak ada kontrol yang baik dari pihak pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan, program mencetak 5.000 wirausaha muda juga tidak maksimal dan tidak ada dampak manfaatnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Padahal, tujuan awal program tersebut untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami berharap janji bupati segera diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir,” sergahnya.

Selain berorasi secara bergantian, mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan mereka karena tidak ditemu Bupati dan Wakil Bupati. Namun, aksi bakar ban mendapat respon pihak kepolisian. Akibatnya, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat tak bisa dihindari.

“Aksi bakar ban ini merupakan bentuk kekecewaan kami karena tidak ditemui bupati. Tapi, kami berjanji akan kembali menggelar aksi dengan membawa masa lebih banyak lagi,” timpalnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten III Pemkab Sumenep, Muhammad Jakfar menyampaikan, bahwa Bupati dan Wakil Bupati sedang tidak ada di kantornya. Sebeb, kata Jakfar, mereka sedang menjalankan tugas di luar kantor. “Bapak Bupati sedang menghadiri undangan di Polres, Bapak Wabup sedang meninjau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di kepulauan, dan Pak Sekda sedang berduka, mertuanya meninggal dunia,” jelasnya. (haz)

Berita Populer