Body Shaming: lecehkan perempuan, Komentator Bola Minta Maaf

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ramai di media sosial soal komentator bola yang mengomentari badan supporter perempuan saat menonton pertandingan sepak bola. Host/komentator dan Manajemen O Channel telah meminta maaf atas komentar dari host/komentator pertandingan sepak bola yang dinilai melecehkan perempuan.

Mengutip dari detikcom, "Permohonan maaf sebesar-besarnya atas insiden ini," demikian bunyi poin 1 pernyataan Manajemen O Channel yang dikutip dari akun @ochannelupdates, Senin (9/3/2020).

Berikut pernyataan lengkap O Channel:

Sehubungan dengan tayangan Shopee Liga 1 di mana terdapat ucapan komentator kami yang tidak pada tempatnya. Kami manajemen O Channel menyatakan:

Permohonan maaf sebesar-besarnya atas insiden ini.
2. Kami sudah memberikan peringatan tegas dan sanksi internal kepada yang bersangkutan.
3. Kami turut meminta kepada Saudara @rama_sugianto untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalu sosial media-nya.

Kejadian ini menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi kami dan O Channel berjanji untuk lebih meningkatkan pengawasan atas tayangan program-program kami.

Terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya.

Diketahui dalam video viral, ada dua pria yang merupakan host dan komentator pertandingan berkomentar soal sekelompok suporter perempuan yang sedang meloncat-loncat. Komentar keduanya menuai kecaman dari netizen karena dianggap melecehkan, apalagi disampaikan sambil tertawa.

Penggalan video yang viral itu merupakan pertandingan yang mempertemukan Persita Tangerang melawan PSM Makassar. Pertandingan tersebut digelar pada Jumat (6/3).

Beberapa pihak juga turut menyesalkan pernyataan komentator bola yang dianggap melecehkan perempuan. Atas hal ini, host/komentator tersebut pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf ini, disampaikan melalui video yang diposting di akun instagram pribadi @rama_sugianto. Video tersebut terlihat lebih dari 32 ribu kali ditonton.

"Saya pribadi sekali lagi mohon maaf sebesar besarnya atas segala kesalahan, dan segala khilaf saya kepada seluruh pecinta sepakbola Indonesia. Ini jadi pelajaran berharga buat saya, insyallah ke depan tidak akan terulang lagi," tulis Rama.