Bergema Lagi, Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal

SURABAYAPAGI.com – Untuk ketiga kalinya, Korea Utara meluncurkan rudalnya. Ini merupakan hari kedelapan setelah rudal pertama dan kedua diluncurkan. serangkaian peluncuran rudal ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan militer sekaligus menekan Amerika Serikat (AS dan Korea Selatan.

Pejabat AS yang berharap menghidupkan kembali perundingan yang macet dengan Korea Utara, menganggap enteng peluncuran rudal Korut itu. Pada pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump 30 Juni 2019 lalu, Pemimpin Korut Kim Jong Un sepakat untuk menghidupkan kembali perundingan.

MengutipReuters, pejabat pemerintah Korea Selatan melaporkan, proyektil terbaru yang ditembakkan Korea Utara tampaknya rudal balistik jarak pendek.

“Rudal terbang sejauh 220 kilometer (135 mil) dan mencapai ketinggian 25 kilometer (15 mil)” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan di Seoul.

Seorang pejabat AS mengatakan intelijen AS telah mendeteksi setidaknya satu proyektil, dan mungkin lebih, yang tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Utara. Pejabat AS mengatakan dari informasi awal mengindikasikan bahwa rudal itu mirip dengan dua uji coba rudal jarak pendek lainnya oleh Pyongyang sejak pekan lalu.

Dilansir BBC, peluncuran itu terjadi pada pukul 02.59 dan 03.23 waktu seempat. Rudal diluncurkan dari Yonghung, selatan provinsi Hamgyong, ke arah Laut Timur, Jepang. Demikian laporan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Analis dari The Federation of American Scientist Ankit Panda, area peluncuran belum pernah digunakan sebelumnya.

Namun menurut pengamat, justru rudal dan roket kecil yang jadi masalah. Menurut Melissa Hanham, ahli senjata di Datayo, lembaga think-tank keamanan internasional, rudal Korut saat ini jangan dianggap remeh.

"Pemerintah Trump menganggap remeh rudal ini karena bukan ICBM, walau tidak bisa mencapai daratan AS, tapi rudal seperti ini yang bisa memulai perang," kata Hanham kepada Reuters, Jumat (10/5).

"Rudal-rudal ini kecil, mudah disembunyikan, mudah bermanuver, dan kita tidak tahu jenis hulu ledak apa yang mereka bawa. Rudal ini bisa membawa senjata nuklir," lanjut Hanham lagi.
**foto**
Dari foto-foto uji rudal yang disebar oleh kantor berita Korut KCNA, para pengamat mengatakan bahwa Kim Jong-un telah mengembangkan senjata yang lebih canggih. Menurut pengamat, rudal Korut mirip Iskander SS-26 milik Rusia yang sulit diadang sistem pertahanan AS.