•   Senin, 16 Desember 2019
Surabaya

Beras Surplus, Minim Bawang Putih dan Kedelai

( words)
Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melepas beberapa armada pasokan beras medium ke pasar rakyat maupun pasar tradisional di Perum Bulog Divisi Regional, Buduran Sidoarjo. Foto: Sp/Arlana


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Provinsi Jawa Timur hingga kini masih didera kekurangan Bawang Putih dan Kedelai. Meski untuk stok beras ketersediaannya cukup melimpah.
"Secara umum kebutuhan bahan pokok di Jatim surplus, kecuali bawang putih dan kedelai mengalami defisit karena tanaman sub tropis dan harus mengimpor dari Tiongkok atau India," ujar Sekdaprov Jatim usai peluncuran kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium untuk wilayah Jawa Timur Tahun 2019, di kantor Perum BULOG Subdivre Surabaya Utara di Sidoarjo, Kamis (10/1).
Sementara itu, produksi beras di Jawa Timur pada tahun 2018 mengalami surplus hingga 2.486.511 ton. Surplus tersebut diperoleh dari hasil produksi sebesar 6.053.467 ton dengan konsumsi per kapita hanya 91,26 kg/kapita/tahun atau total konsumsi masyarakat Jatim sebesar 3.566.916 ton.
Komoditi lain yang mengalami surplus antara lain Jagung sebesar 6,42 juta ton, bawang merah 0,13 juta ton, susu 101.646 juta ton, telur ayam 0,17 juta ton dan daging sapi 8,116 juta ton.
Surplus kebutuhan bahan pokok di Jatim digunakan untuk mensuplai provinsi lain yang defisit seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Maluku dan wilayah lain di kawasan Indonesia Timur.
Heru menjelaskan, untuk menjaga stabilitas kebutuhan bahan pokok di Jatim, pemprov terus melakukan sejumlah progran prioritas, antara lain monitoring, pengawasan harga, stok, dan distribusi bahan pokok di pasar rakyat, ritel moderen dan gudang distributor.
Pemprov juga mengoptimalkan gerai pangan yaitu 7.100 Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, 159 Toko Tani Indonesia (TTI) oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 357 gerai e-warung oleh Dinas Sosial, dan 10 Gerai Kios Pangan oleh Disperindag. “Kami juga terus melakukan operasi pasar mandiri oleh produsen atau distributor secara berkelanjutan,” katanya. (arf)

Berita Populer