•   Sabtu, 22 Februari 2020
BUMN

Beras Bulog 20.000 Ton Terancam Busuk, ini Penyebabnya

( words)
tumpukan beras di gudang Bulog


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Perum Bulog saat ini tengah dipusingkan memikirkan cara mengatasi stok cadangan beras berjumlah 20.000 ton yang turun mutu atau terancam busuk. Stok tersebut telah disimpan atau tak disalurkan lebih dari empat bulan.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi membeberkan penyebab dari macetnya penyaluran beras tersebut yang membuat beras lama tersimpan dan terancam busuk.

Pertama, lokasi Gudang Bulog yang terkena banjir. Bencana tersebut juga dapat menurunkan kualitas beras itu.

"Banyak faktor, ada di satu daerah yang kena banjir, itu berpengaruh," tutur Tri di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Kedua, pengalihan program bantuan social dari beras sejahtera (rastra) ke bantuan pangan non tunai (BPNT)

"Tadi pengalihan dari rastra ke BPNT itu pengaruh juga. Kan dari 2,3 juta ton (penyaluran untuk bansos), sekarang jadi 300 ribu ton, kan banyak. Dan beras itu kan barang mudah rusak. Coba taruh beras di rumah sebulan rusak tidak? Rusak lah. Apalagi BPNT dari 2017 untuk 45 kota, itu kan pengaruh ya, di antaranya," jelas Tri.

Ketiga, jarangnya rapat koordinasi terbatas sejak pergantian Menteri baru, akibatknya sampai saat ini Bulog belum menerima arahan dalam penyaluran

"Belum (ada penugasan lagi), tanya Pak Menteri yang baru saja," ujar dia.

Meski begitu, Tri mengatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang dalam segmen komersial perusahaannya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menyeimbangkan kinerja keuangan perusahaan yang juga harus menjalankan segmen penugasan ataupublic service obligation (PSO).

"Tapi kita nggak berkecil hati, kita tetap jual komersial. Makanya tadi Pak Buwas menegaskan 2020 kita menguatkan komersial," tutup Tri Wahyudi.

Berita Populer