Bengawan Solo Meluap, Banjiri Rumah 3 Kecamatan Lamongan

SURABAYAPAGI.com - Air Bengawan Solo sejak Kamis (7/3/2019) pagi meluap, seiring intensitas hujan di bagian hulu cukup tinggi. Akibat luapan sungai terpanjang di pulau Jawa ini, setidaknya sudah puluhan rumah di 3 wilayah di Lamongan terendam.
Ketinggian air yang merendam pemukiman wargapun beragam, mulai dari 10 cm hingga 40 centi meter. Ketinggian air ini diprediksi akan terus naik, karena informasinya di wilayah hulu terjadi hujan. Dan masyarakat yang pemukiman nya dekat dengan Bengawan Solo untuk waspada.
Dari pantauan petugas BPBD Lamongan sedikitnya ada 26 rumah yang kini terendam air. Genangan air terjadi di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat. Di lokasi langganan banjir ini ketinggian air sudah capai 40 cm. Jumlah rumah yang terdampak banjir ini diperkirakan terus bertambah, apalagi ketinggian air Bengawan Solo semakin menunjukkan ketinggian dibandingkan kondisi pada pagi tadi.
"Kalau banjir di Babat ini potensi akan bertambah jumlah rumah warga yang terdampak, data yang kita prediksi ada 15 kepala keluarga lagi," kata Kasi Tanggap Darurat Bencana pada BPBD Lamongan, Muslimin, Kamis (7/3).
Muslimin menambahkan, akibat derasnya arus sungai Bengawan Solo, tanggul sungai yang berada di Kecamatan Maduran jebol hingga 70 cm. Putusnya tanggul tersebut mengakibatkan ratusan hektar sawah terendam dan mengakibatkan akses jalan antar desa terputus.
“Untuk akses jalan menuju Dusun Sawo, Desa Jangkungsumo Kecamatan Maduran terputus dan terendam air dengan ketinggian air lebih kurang 30 cm, karena tanggul luar sungai Bengawan Solo jebol," jelasnya.
Sementara itu, kata Muslimin, banjir juga merendam beberapa Desa di wilayah Kecamatan Laren. Ia menegaskan pihak BPBD terus melakukan pendataan dan proses evakuasi, sebelum akhirnya di putuskan langkah penanganan yang pasti. “Kami terus melakukan pendataan berapa jumlah desa, rumah yang terdampak serta ketinggiannya," terangnya sambil mengatakan bahwa banjir akan terus meningkat mengingat aliran sungai dari hulu terus meningkat.
Disi lain, sebagian besar masyarakat memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka masing-masing. Warga memilih bertahan dengan alasan sudah terbiasa menghadapi banjir setiap tahunnya. Meski terendam banjir warga tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya.
"Kalau masak ya di atas seperti ini mas, kita naikan semua barang-barang yang semula berada di bawa. Tapi kalau banjir ini semakin naik kami terpaksa akan membuat tenda di atas tanggul Bengawan Solo," kata salah satu warga Laren Sundari.