Belum Jalani Tes Swab, PDP di Gresik Meninggal

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Petrokimia Gresik meninggal pada Selasa (31/3) sekitar pukul 13.30 WIB. Kadinkes Gresik drg Saifudin Gozali mengungkapkan, PDP yang meninggal tercatat masuk rumah sakit pada Sabtu (28/3). Pasien meninggal sebelum dilakukan swab test untuk mengetahui terjangkit Covid-19 atau tidak.

"Jadi pasien meninggal dalam status PDP, bukan positif Covid-19," ujar Gozali mewanti-wanti kepada sejumlah awak media ketika menggelar konferensi pers di Kantor DPRD Jl KH Wahid Hasyim Gresik, Rabu (1/4).

Saat konferensi pers, Kadinkes Gozali didampingi Ketua DPRD Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua Dewan dr Asluchul Alif, Kabaghumas Setkab Reza Pahlevi dan Kabaghumas Setwan Hari Syawaluddin.

Ditambahkan Gozali, sampai Rabu (1/4) jumlah PDP di Gresik terus bertambah dari 35 jiwa menjadi 50 jiwa. Dari jumlah tersebut, 39 diantaranya masih dalam pengawasan, 10 orang dinyatakan sembuh, dan seorang meninggal.

Sementara untuk update status ODR (orang dalam resiko) jumlahnya sudah mencapai 777 jiwa, lepas pengawasan sebanyak 636 jiwa. Status ODP (orang dalam pemantauan) total 490 jiwa, dalam pemantauan 426 jiwa, dan dinyatakan sembuh 64 jiwa.

Sedang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih tetap 3 jiwa, dengan rincian 2 orang masih dirawat, seorang meninggal. Dua pasien dirawat berasal dari Kecamatan Driyorejo dan Duduksampeyan. Sementara yang meninggal berdomisili Kecamatam Manyar.

"Dua pasien yang terkonfirmasi kondisinya kini semakin membaik, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dinyatakan sembuh," ucap kadinkes yang diamini oleh semua yang mendengarnya.did