•   Kamis, 12 Desember 2019
Bisnis Makro

Beli 3 Kapal Bekas, OPMS Optimis Capai Target 2019

( words)
Alan Priyambodo Krisnamurti selaku Direktur PT. Optima Prima Metal Sinergi saat melihat lokasi pemotongan kapal di Kamal, Madura. Foto : SP/Iker


SURABAYAPAGI.COM, Madura - Sebagai perusahaan pionir bisnis besi scrap satu-satunya di Indonesia, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) ingin targetkan pendapatan hingga 110 Miliar sampai akhir taun 2019 ini. Sebanyak 5 kapal sudah dieksekusi oleh OPMS sepanjang tahun 2019, diprediksi di sisa akhir tahun ini bisa menambah satu kapal lagi sehingga bisa mencapai total 6 kapal sepanjang tahun 2019.

Baru-baru ini OPMS membeli tiga kapal bekas yang diprediksi bisa menghasilkan 7.300 ton besi scrab untuk bahan baku baja. Pembelian tiga kapal ini untuk merealisasikan target penjualan di tahun 2019 sebesar 24.000 ton besi scrab .

“Sepanjang tahun 2019 sudah ada sekitar 5 kapal yang sudah selesai, satu sudah sandar di Kamal dan sisanya masih dilaut. Akan disuplay ke perusahaan peleburan, daripada mengimport dengan kualitas yang diragukan. Suplay kami terbukti kualitasnya di laut,” ungkap Alan Priyambodo Krisnamurti selaku Direktur OPMS.

Ketiga kapal tersebut yang salah satunya sudah tiba di Kamal Madura sebagai lokasi pemotongan kapal bekas menjadi besi scrap. Butuh proses yang panjang hingga akhirnya kapal bekas bisa menjadi bahan baku baja yang siap dijual kepasaran. Untuk 1 buah kapal diperlukan sekitar 2 bulan proses pengerjaan, pemotongan menjadi bahan baku siap jual.

Pembelian tiga kapal bekas ini merupakan jenis Kapal Muatan yakni, Kapal Muatan Mentari Perdana dengan berat 4.188 gross tonnage (GT), Kapal Muatan Mentasi Sentosa seberat 4.980 GT, dan Kapal Muatan Mentari Persada seberat 7.312 GT. Ketiga kapal ini merupakan kapal yang masih bisa berlayar yang berusia 25 tahun, karena usianya yang sudah diatas 25 tahun maka pihak asuransi sudah tidak mencover karena terlalu beresiko.

“Setelah selesai pemotongan akan disuplay ke peleburan besi, di Jawa Timur sendiri tersedia 2 juta ton kapasitas. Kita hanya 24 ribu, hanya 25 persennya yang lainnya dari perorangan dan impor jadi potensi masih sangat luas,” imbuh Alan.

Alan sangat optimis bahwa pasar masih terbuka luas, terlebih kebutuhan terhadap baja juga masih akan tinggi sejalan dengan agenda pembangunan infrastruktur pemerintah. OPMS juga akan mengoptimalkan setiap peluang untk memperkuat fundamental perusahaan, khususnya dalam penyediaan kapal-kapal bekas dengan harga yang efisien.iker

Berita Populer