•   Jumat, 13 Desember 2019
Otonomi Daerah

BBKP Surabaya Musnahkan 59 Paket Benih Tanpa Dokumen

( words)
Petugas menyiapkan puluhan benih tanpa dokumen sertifikat kesehatan yang akan dimusnahkan dengan cara dibakar


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Sebanyak 59 paket benih tanaman tanpa dokumen dimusnahkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya. Pemusnahan tersebut dilakukan di Kantor Pos Kota Kediri di Jalan Mayjend Sungkono, Jumat (18/10/2019).

Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan hasil sitaan balai karantina Kantor Pos Kediri dari para pemilik barang yang tidak bisa melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Hasil tersebut merupakan barang dari jual beli online luar negeri yang masuk ke Indonesia. Menurutnya dalam era globalisasi, transaksi perdagangan dengan memanfaatkan media online sangat tidak bisa dihindari.

"Terdapat 59 paket sejumlah 67,96 kg yang berisi berbagai macam benih tanaman hias, tanaman perkebunan, sayuran dan buah, umbi ginseng, bawang putih, lada, jamur, dan kurma dari berbagai negara yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dan kita musnahkan," ujarnya.

Jumlah puluhan barang ilegal tersebut merupakan barang sitaan selama periode Juni - September 2019 melalui Kantor Pos Besar Kediri. Pemasukan tersebut tanpa disertai dokumen yang dipersyaratkan atau illegal.

Musyaffak Fauzi menjelaskan, kewajiban pemilik untuk dapat memiliki barang berupa benih tersebut yakni wajib menyiapkan dokumen diantaranya Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian untuk benih dan sertifikat kesehatan/phytosanitarry Certifikate (PC) dari negara asal.

"Jika tidak ada dokumen yang dipersyaratkan seperti sertifikat kesehatan, maka berarti tidak ada jaminan dari negara pengirim. Jadi benih ini kita tidak tahu yang dikirim sehat atau bebas dari penyakit," jelasnya.

Kendati hanya berjumlah belasan kilogram dan nilai ekonominya tidak terlalu tinggi, risiko penyebaran penyakit tumbuhan melalui benih sangatlah tinggi. "Penyakit tumbuhan ini tidak bisa langsung ketahuan. Sebab bisa jadi setelah 5 tahun baru ketahuan penyebaran penyakitnya, jadi sangat membahayakan," imbuh Musyyafak.

Beberapa benih dimusnahkan dengan cara dibakar. Puluhan kilogram benih tersebut merupakan barang kiriman dari 16 negara seperti Perancis, Hongkong, Korea, Rumania, Malaysia, Saudi Arabia, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Belanda, India, Inggris, Jepang, China.

Pemusnahan disaksikan oleh Kepala KPP Bea Cukai Kediri, Kepala Kantor Pos Kediri, BKSDA Kediri, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Kediri, dan Pemilik Barang/Kuasanya. Can

Berita Populer