Pria Keturunan Arab Ini Sukses Bawa Milyaran Rupia

Bawa Nama Agama Untuk Tipu Para Korban

SURABAYAPAGI.com, Simokerto - Aksi kejahatan memang tak dapat diprediksi. Bahkan siapa sangka, seorang pria yang dinilai sangat baik akhlak dan ibadahnya justru tega menipu para korban hingga bernilai total Milyaran rupiah.
Pria keturunan Arab bernama Husen itu melakukan aksinya tak hanya pada satu orang saja. Modusnya pun berubah-ubah. Diantara modus yang dilakukan, salah satu cara unik Husen adalah dengan mengajak para korbannya untuk ziarah ke makam wali-wali. Disitulah, aksi kejahatannya dimulai.

Mulai dari berbicara tentang agama, hingga beralih ke bisnis syariah. Husen pun berusaha meyakinkan korbannya agar percaya.

"Banyak cara dia mas, dari keterangan korban yang di Gresik itu mengaku diceramahi kemudian ditawarkan bisnis busana muslim. Selain bisnis bisa buat ladang dakwah katanya. Tapi itu semua fiktif," ujar Kanit Reskrim Polsek Simokerto, Iptu Suwono, Rabu (17/1/2018).

Diantara banyak korban, baru satu korban Husen yang melaporkan kejadian ini.

"Baru satu korban yang melaporkan ke Polsek Simokerto. Kebetulan untuk satu kasus ini TKPnya di wilayah kami," tambah Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih.

Husen ditangkap lantaran telah menipu dan menggelapkan mobil Alphard milik korbannya. Saat itu, pria asal jalan Ketapanfg Besar no 41 atau Jalan Ampel Cempaka No 07 Surabaya itu membeli mobil Alphard milik Muhamad Rizal. Namun mobil seharga 530 juta itu baru dibayar Husen senikai 150 juta. Selanjutnya Husen memberikan Rizal dua cek bank Mandiri senilai 200 juta dan 180 juta rupiah. Lantaran percaya, Rizal memberikan mobilnya kepada Husen lengkap beserta surat-suratnya.

"Korban merasa ditipu saat mencairkan cek tersebut, ternyata isinya kosong. Sedangkan Husen sudah menghilangkan jejak. Atas dasar itu, korban melaporkan kejadian ini kepada kami," lanjut Masda.

Setelah beberapa bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang, Husen akhirnya berhasil ditangkap dirumahnya. Sebelumnya, pria tambun ini sering berpindah-pindah tempat untuk mengelabuhi petugas dan korban yang disinyalir lebih dari satu.

"Kami tangkap saat pelaku sudah berada dirumahnya. Kemudian beberapa hari menjalani penyidikan ada beberapa korban yang datang dna mengaku telah ditipu lebih dari 600 juta mas. Kami masih terus dalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada korban yang lapor bertambah," tutupnya.

Atas perbuatannya, Husen terpaksa mendekam ditahanan polsek Simokerto guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.fir