Baru 49 Persen Masyarakat Indonesia yang Punya Rekening Bank

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mencatat baru 49 persen masyarakat Indonesia yang memiliki rekening di perbankan nasional. Angka ini masih jauh dari target Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang mematok 75 persen masyarakat harus sudah memiliki rekening di bank pada tahun depan.
Deputi Gubernur BI, Sugeng, mengatakan tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini masih lebih rendah dibandingkan negara lainnya, seperti Thailand yang sudah mencapai 82 persen, Malaysia yang mencapai 85 persen, dan Singapura yang sudah mencapai 98 persen.
Menurut dia, perlu kerja keras dari berbagai pihak untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air. Seluruh pihak diharapkan bisa bekerja sama untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI Pungky Purnomo Wibowo mengatakan salah satu yang akan didorong bank sentral adalah sinergi keuangan, tak hanya di perbankan, tapi juga di teknologi keuangan (fintech).
Pungky mengatakan, nantinya seluruh fintech juga akan didorong untuk bekerja sama dengan perbankan untuk pembayaran. Adapun sistem pembayarannya wajib menggunakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
"Saling bersinergi fintech dan perbankan, nanti gunakan GPN. GPN kan data dan prosesnya semua dilakukan di dalam negeri" jelasnya.
Ke depan, bank sentral juga akan mendorong transaksi berbasis saving account atau melalui rekening di bank. Hal ini untuk mengejar ketertinggalan yang ada saat ini.
"Ke depan semua berbasis saving account untuk mengejar ketertinggalan, juga harus tertib administrasi dengan kedaulatan data," katanya. kp