Bareng Bos BRI, HIPMI Carikan Jalan Keluar Gairah Pengusaha

UMKM pengerajin tong cuci tangan portable. SP/TR

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam acara Webinar HIPMIxBUMN yang bertajuk "Perbankan di Era New Normal (Relaksasi dan Stimulus Kredit di Dunia Usaha), Rabu (17/6/2020). HIPMI tetap membangun optimisme dan memberikan semangat kepada kalangan pengusaha muda untuk melawan pandemi Covid-19.

Optimisme ini menjadi jalan keluar HIPMI, untuk tetap optimisme HIPMI terus menyuarakan tentang relaksasi kredit meski harus ada pembaharuan di era New Normal ini.

Menurutnya, para pengurus HIPMI harus mampu menyeleksi para peminjam kredit dengan tepat. Jika sebelum pandemi tak mampu mengembalikan dengan baik maka tidak bisa masuk dalam daftar peminjam saat ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi buruknya citra seluruh pengusaha.

"Jangan sampai, satu dari sepuluh yang tidak baik membuat sembilan yang baik menjadi buruk semuanyam," katanya.

Dia juga meminta tim pokja untuk betul-betul menginventaris pengusaha yang melakukan pinjaman, khususnya ke BRI. Sehingga mampu menelusuri kendala karena COVID-19. 

"Itulah yang pertama dibantu karena tidak mungkin semua pemerintah bisa bantu seluruhnya, pasti yang dibantu yang diutamakan adalah yang betul-betul jalan dan masih berpeluang untuk hidup lagi karena hanya pandemi ini saja dia harus melakukan relaksasi ulang khususnya peminjaman kredit," ungkapnya.

Maming mengatakan, dalam rapat virtualnya dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) di 34 provinsi secara bergantian. Dia mengundang pengurus HIPMI dan pengusaha dalam ruang lingkup HIPMI untuk meminta masukan terkait relaksasi pinjaman di semua bank, termasuk BRI.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (Dirut BRI) Sunarso disini juga menjadi jawaban kepada kawan-kawan yang ada di daerah, mana kawan-kawan yang memang bagus pekerjaannya dan bagus pengembalian kreditnya karena pandemi COVID-19 mereka mendapati keuangannya menjadi tidak stabil. Sehingga, bisa mendapatkan relaksasi," ucapnya.