Barbie Kumalasari Asli Advokat

SURABAYAPAGI, Jakarta- Pengacara Pitra Romadoni Nasution resmi mencabut laporannya atas Barbie Kumalasari terkait keabsahan ijazah untuk gelar advokatnya, pada 26 Juli 2019. Pitra pun menunjukkan surat resmi soal pencabutan laporan tersebut.

"Saya penerima kuasa Mahkamah keadilan, terhadap surat pengaduan penyeldikan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hari ini, laporan resmi dicabut karena klien kami telah diklasifikasi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Permasalahan itu sudah jelas dan lugas," kata Pitra Romadoni di Polda Metro Jaya, Jumat (26/7/2019).

Sementara Rihat Hutabarat, kuasa hukum Galih Ginanjar, mengatakan pihak kampus tempat Kumalasari belajar juga sudah menyatakan bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa resmi. Atas dasar itu, Pitra mencabut laporannya terhadap Kumalasari.

"Jadi, terhitung hari ini masalah itu sudah clear ya. Enggak ada lagi masalah. Jadi mohon rekan-rekan media jangan lagi mempertanyakan masalah Kumalasari sebagai anggota Peradi di KAI yang ada di kubu Pak Cucu. Karena semua itu sudah jelas. Kami mau fokus pada masalah Galih saja sekarang," kata Rifat.

Seperti diketahui, Pitra Romadoni yang mengaku mewakili masyarakat, melaporkan Barbie Kumalasari ke polisi. Dia meminta polisi untuk melakukan penyelidikan terkait ijazah Barbie Kumalasari yang dianggap palsu. Kasus ini menambah rentetan kasus hukum yang melilit istri Galih Ginanjar tersebut.

Sementara lewat Instagram, Kumalasari juga sudah memberikan bukti status keanggotaannya dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI). Dalam keterangannya, Ibrahim selaku Presiden KAI menegaskan bahwa Kumalasari telah melewati syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi advokat.

Terkait kasus yang membelit suaminya, Galih Ginanjar, Kumalasari ngaku rajin menjenguknya.

"Lumayanlah masih sehat, masih ngisi-ngisi kegiatan yang positif aja di dalam, banyak solat, banyak ibadah," kata Kumalasari saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (26/7/2019).

Sebelumnya, Galih dikabarkan sakit karena belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Seiring berjalannya waktu, kini Galih mulai sedikit terbiasa dan berteman dengan orang-orang di dalam sel.

"Ya (kemarin) sempat sakit kan, drop lah. Namanya beda lingkungannya, wajarlah namanya manusia tiba-tiba di dalam sel kan gimana ya," imbuhnya.

Di dalam penjara, Galih Ginanjar digabungkan dengan delapan orang tahanan lainnya.

Galih Ginanjar sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Ikan Asin yang melibatkan dirinya bersama pasangan Pablo Benua dan Rey Utami.