•   Kamis, 2 April 2020
Hukum Bisnis

Banyak Tersandung Kasus, Garuda Gelar RUPSLB

( words)
Garuda Indonesia menggelar RUPSLB pada Rabu (22/1) untuk mencari bos baru.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – PT Garua Indonesia Tbk (GIAA) pada hari Rabu pagi (22/1/2020) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, salah satu agendanya ialah mencari pengganti Ari Askhara, mantan direktur utama Garuda yang diberhentikan karena kasus penyendupan Harley Davidson dan Brompton.

Tak cuma Ari Askhara, empat direksi lainnya juga diberhentikan karena ikut serta ke Toulouse, Prancis, membawa pesawat baru pesanan Garuda dari Airbus. Perjalanan tersebut diketahui bukan lah perjalanan dinas resmi. Dalam perjalanan itu ditemukan barang-barang selundupan.

Direksi yang yang dicopot adalah Iwan Joeniarto yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik dan layanan, Mohammad Iqbal selaku direktur kargo dan pengembangan, Heri Akhyar selaku direktur human capital, dan Bambang Adisurya Angkasa selaku direktur operasi.

Selama kekosongan kepemimpinan, Fuad Rizal ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Jabatan sementara ini akan diakhiri usai pengumuman RUPSLB.

Selain itu, pemegang saham Garuda juga akan membahas agenda Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang Dan Jasa Badan Usaha Milik Negara serta agenda perubahan anggaran dasar perseroan.

Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), Irfan Setiaputra digadang-gadang akan mengisi posisi sebagai direktur utama Garuda Indonesia. Dia akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Ashkara.

Komisaris Garuda yang juga anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Dony Oskaria juga disebut-sebut sebagai sosok yang akan mendampingi Irfan sebagai wakil direktur utama maskapai pelat merah itu.

Untuk posisi komisaris, mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf santer disebut akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Sahala Lumban Gaol sebagai Komisaris Utama.

Nama lainnya yang disebut sebagai sosok calon komisaris utama Garuda adalah Chairal Tanjung. Selain disebut berpeluang mengisi posisi komisaris utama, Chairal berpotensi menduduki kursi wakil komisaris utama maskapai pelat merah tersebut.

Pengamat Penerbangan Budhi Mulyawan Suyitno menambahkan sosok ideal untuk mengisi kursi dirut adalah mereka yang memiliki integritas dan terbukti mampu mengemban amanah. Ia menuturkan seyogyanya sosok dirut berasal dari luar Garuda Indonesia, sehingga tidak memiliki konflik kepentingan (conflict of interest).

"Kalau mau membersihkan Garuda Indonesia harus maka dirut harus bersih dari sosok Garuda Indonesia di masa lalu," ucapnya.JK02

Berita Populer