Banyak Jalan Rusak di Sidoarjo, Warga Jengkel : Akan Dibiarkan Sampai Kapan

SURABAYAPAGI.com, SIDOARJO - Sejumlah ruas jalan di Sidoarjo mengalami rusak parah.
Lubang-lubang jalan menghiasi sebagian besar ruas jalan di Kota Delta sejak musim penghujan tiba.
Beberapa jalur yang kerusakannya cukup parah dengan lubang-lubang besar yang cukup banyak jumlahnya, diantaranya terjadi di Jalan Rajawali, Betro, Sedati.
Saking dalamnya lubang-lubang jalan, semua kendaraan selalu berusaha menghindarinya saat melintas.
"Tapi ketika jalan sedang ramai, jelas tidak bisa dihindari. Makanya harus sangat pelan, agar tidak celaka. Lubang-lubangnya dalam banget," keluh Andri, seorang pengendara sambil menunjuk beberapa lubang berdiameter lebih dari satu meter di jalan Rajawali, Senin (5/3/2018).
Hal serupa juga dikeluhkan banyak warga yang melintas di jalur Lingkar Timur, jalan Sukolilo ke arah Geluran, Jalan di Desa Jumputrejo, Sukodono; di Desa Pecirong Ngengor, Wonoayu; jalan di Desa Sumberrejo, Wonoayu; dan sejumlah jalan lain di Kabupaten Sidoarjo.
"Yang lebih bahaya ketika setelah hujan. Banyak lubang jalan tergenang air sehingga tidak terlihat. Saya beberapa kali terperosok ke lubang," keluh Eva, warga yang kerap melintasi jalan Sukolegok arah Geluran.
Ya, selama ini juga sudah ada sejumlah peristiwa kecelakaan akibat kerusakan jalan.
Salah satunya menimpa seorang anggota Polresta Sidoarjo yang beberapa waktu lalu terjatuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara motornya terjungkal saat melintas di Jalan Gedangan.
Keluhan tentang banyak jalan rusak juga hampir setiap hari disampaikan warga melalui media sosial.
Selain mengupload foto-foto maupun video terkait kondisi jalan-jalan yang rusak di sejumlah titik, para netizen juga banyak mengeluh lantaran jalan-jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki.
Sampai kapan jalan rusak dibiarkan?
Bahkan, beberapa netizen sampai melakukan aksi di jalan.
Mereka menandai jalan rusak dengan melingkari lokasi kerusakan menggunakan cat.
Ini salah satunya dilakukan di lubang-lubang jalan di Lingkar Timur.
Beberapa kelompok lain, malah dengan gotong royong menambal sendiri kerusakan-kerusakan jalan yang terjadi di wilayahnya.
Lagi-lagi upaya itu juga diviralkan melalui media sosial.
(cr/sry)