Bantuan ke Pemkot Terus Mengalir, Bersama Lawan Covid-19

Persoalan wabah virus Covid-19 bukan hanya urusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, namun ini persoalan bersama.Wujud kebersamaan melawan Covid-19 sudah terlihat di Kota Surabaya. Terbukti, berbagai bantuan untuk mencegah dan menanggulangi Covid-19 ini terus berdatangan ke dapur umum di Balai Kota Surabaya. Demikian laporan wartawan Surabaya Pagi, Alqomarrudin Surabaya.

Surabaya Pagi, Surabaya - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya dalam menangani wabah Covid-19 ini, baik perusahaan daerah, swasta maupun perseorangan.

“Kami sampaikan terima kasih banyak untuk warga kota atas bantuan yang terus mengalir selama ini. Ini bukti bahwa kita bersama-sama melawan Covid-19 ini. Semua bantuan yang telah diberikan akan kami salurkan sebaik mungkin kepada warga Kota Surabaya,” kata Febri di Kantor Bagian Humas Surabaya, Kamis (2/4).

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya Imam Siswandi mengatakan begitu banyak bantuan berdatangan silih berganti. Mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas berbondong-bondong memberi bantuan. Bahkan, tak sedikit bantuan secara personal atau perseorangan.

“Mereka memberikan bantuan-bantuan itu tanpa diminta. Malah menawarkan apa yang bisa dibantu,” kata Imam saat ditemui di kantor Bagian Kesejahteraan Masyarakat.

Menurut Imam, bantuan yang kerap kali diterima setiap hari yakni bahan pembuatan minuman tradisional (pokak). Yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah dan kapulaga. Termasuk telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mall di Surabaya sebanyak seribu paket.

Beberapa perusahaan daerah, komunitas asal kota terbesar kedua di Indonesia ini juga ikut mengambil peran sebagai bentuk kepeduliannya dengan memberikan sejumlah donasi berupa uang tunai yang dikirimkan ke rekening milik Pemkot Surabaya.

“Nilainya bermacam-macam, ada yang memberi donasi uang Rp 10 juta bahkan ada pula salah satu perusahaan yang menyerahkan dananya sekitar Rp 500 juta,” tegas dia.

Hari bergulir seiring bantuan kian mengalir. Imam bercerita tidak satu dua kali perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi wabah Covid-19. Ia pun menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah alat pelindung diri untuk medis. Bagi dia, kebutuhan tersebut harus terus disupport lantaran dokter atau tenaga medis (nakes) adalah garda terdepan dari penanganan Covid-19 ini.

“Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 pcs. Saya arahkan juga temasuk pemberian APD. Supaya teman-teman nakes terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” pungkasnya.