•   Selasa, 7 April 2020
SGML

Bangun Karakter Pegawai, Dispendik Lamongan Terapkan Shalat Berjamaah

( words)
Ustadz Shodikin saat memberikan siraman rohani usai shalat duhur di Masjid Annur Dinas Pendidikan Lamongan. FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bulan ramadhan benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh keluarga besar Dinas Pendidikan Lamongan untuk berharap berkah. Salah satunya dengan mengikuti shalat duhur berjamaah hingga mendengarkan cerama agama.
Seperti pada pelaksanaan shalat duhur pada Selasa siang (22/5/2018). Setelah mendengarkan adzan oleh muadzin, para pegawai di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan, satu persatu keluar kantor menuju Masjid Annur yang masih satu komplek dengan kantor Dispendik.
"Kalau waktu adzan duhur seperti ini, pekerjaan sementara ditinggalkan, untuk shalat berjamaah, apalagi sekarang tengah menjalankan puasa, "kata Adi Suwito Kepala Dinas Pendidikan Kepada Surabaya Pagi yang kebetulan shalat duhur di masjid Annur.
Ia menyebutkan, suasana shalat berjamaah dengan pegawainya pada waktu duhur seperti ini sudah menjadi kebiasaan sejak dirinya diamanati memipin Dinas Pendidikan, apalagi sekarang ini tengah menjalankan puasa.
"Ya seperti ini sejak dulu, shalat berjamaah dengan pegawai, situasi seperti ini untuk membangun karakter sebagai abdi negara, apalagi pendidikan di Lamongan gencar-gencarnya dalam membangun pendidikan karakter, "terangnya.
Pendidikan karakter bisa tercapai lanjutnya, adanya peran semua pihak mulai guru, orang tua dan lingkunganya. Sebagai yang mengatur pendidikan se Kabupaten Lamongan tambah Adi, ia ingin membangun karakter terlebih dahulu mulai dari lingkungan di Dinas Pendidikan. "Kita ini gencar-gencarnya mengajak siswa dan lembaga pendidikan untuk membangun karakter, maka dari itu sebagai yang menjalankan roda pendidikan ya seharusnya pegawainya harus berkarater, "ungkapnya.
Dan karakter itu ia mulai bangun dengan mengajak semua pegawai untuk shalat berjamaah, agar ada nilai-nilai kedisiplinan."Alhamdulillah rutinitas shalat jamaah di dinas Pendidikan terus berjalan, apalagi saat ini bulan puasa, dan setelah usai shalat dilanjut mendengarkan cerama agama, "akunya.
Sementara itu, Shodikin dalam ceramahnya menyebutkan kalau puasa adalah ibadah yang harus dirasakan. Mulai merasakan lapar dan haus, juga merasakan untuk bisa mengendalikan hawa nafsu, dan merasakan arti pentingnya dalam menahan segala ujian."Puasa itu ibadah yang harus dirasakan, "kata Shodikin yang juga sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan setempat.
Karena itu tambah Shodikin, sebagai hambah Allah diharapkan puasa bisa menambah rasa syukur, rasa iman dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai ASN harus terus meningkatkan rasa syukur, dan menerima rejeki yang dilimpahkannya, meski soal rejeki tidak sama yang diberikan oleh Allah, walaupun pangkat dan ijazah nya sama." Jangan pernah memperdebatkan soal rejeki, meski kerja dan ijasahnya sama, karena soal rejeki sudah diatur oleh Allah, "ingat Shodikin
Dalam memperoleh rejeki itu lanjut Shodikin, umat muslim harus sadar kalau dalam rejeki yang dititipkan itu ada hak orang lain yang harus diberikan."Jangan lupa untuk mengeluarkan zakat, karena ada hak orang lain yang dititipkan ke kita, "pungkasnya. jir

Berita Populer