Bambang: Pengendara Moge Jangan Bikin Malu

SURABAYAPAGI.com - Kapasitas mesin besar dan suara menggelegar, menjadi ciri khas motor gede. Untuk mengendarai motor tersebut dibutuhkan keahlian khusus, terlebih saat berada di jalan raya. Sayangnya, suara mesin dan bodi yang besar tak jarang dimanfaatkan oleh oknum pengendara moge untuk meminta prioritas jalan. Tak heran, jika perilaku oknum tak bertanggung jawab tersebut membuat pengendara moge dianggap arogan oleh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dewan Pembina Komunitas Motor Besar Indonesia, Bambang Soesatyo mengatakan, stigma itu sudah mulai berubah, lantaran pemilik moge paham mereka menjadi sorotan masyarakat.
"Ini tidak lepas dari peran masyarakat, yang melakukan kritik melalui media sosial maupun media lain. Akhirnya, pengguna moge juga sadar bahwa mereka diperhatikan oleh publik," kata pria yang akrab disapa Bamsoet di Jakarta.
Pemilik moge, kata pria yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, selain menjadi perhatian oleh masyarakat, juga merupakan orang-orang yang beruntung secara finansial. Sehingga, kata dia, mereka tidak boleh membuat malu komunitasnya.
"Harusnya lebih santun, karena pemilik motor besar ini termasuk orang-orang yang beruntung secara ekonomi, sehingga bisa punya motor besar," ujarnya.
Tak sampai di situ, peran komunitas motor gede juga dibutuhkan untuk mengawasi para pemilik maupun pengendara, agar tidak lagi dianggap arogan oleh masyarakat.
"Maka itu, juga menjadi tanggung jawab organisasi atau klub yang menaungi teman-teman bikers. Melakukan pembinaan agar lebih sopan saat berkendara," tuturnya.