•   Minggu, 23 Februari 2020
Peristiwa Kriminal

Balasa Dendam, Beli Plat Baja untuk Bikin Senjata Tajam

( words)
Polisi memamerkan dua anggota Gank All Star dan plat baja yang akan dibikin senjata tajam.


Virus Gank All Star Meluas, Polisi Amankan 2 Pemuda

Usai amankan 17 anak Gank All Star dan Gank Kampung Jawara. Polrestabes Surabaya kembali amankan empat anak Gank yang sedang menggalang dana untuk membeli bahan plat baja yang akan dibuat senjata tajam.
Wartawan SurabayaPagi,
Hendarwanto

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, senjata tajam ini akan digunakan untuk balas dendam ke Gank Kampung Jawara.

"Balas dendam karena rekan gank sempat diculik dan dikeler ke tiga tempat hingga akhirnya dianiaya. Kita sudah tetapkan sembilan orang tujuh di antaranya anak-anak sekolah sebagai pelaku penganiayaan," jelas Sudamiran didampingi Wakasatreskrim Kompol Ardian.

Lebih lanjut Sudamiran mengatakan, total anak yang diamankan sejak Sabtu (12/10/2019) hingga Senin ini ada 21 anak.

Mereka diserahkan ke Dinas Sosial Pemkot Surabaya untuk mendapatkan pembekalan moral dan psikis supaya tak ikut gabung genk "nakal".

Sementara dari gelar perkara kasus genk anak ini, Polisi hanya menunjukkan dua orang yang tergabung dalam genk karena sudah dewasa. "Untuk anak-anak kita tak bisa tunjukkan karena harus menaati UU Perlindungan Anak," imbuhnya.

Tak hanya menggalang dana secara aksi sosial. Dari tangan para anak-anak Polisi juga mengamankan dua buah kentrung atau gitar kecil yang diduga dipakai buat mengamen. "Nah dana hasil ngamen ini diduga dipakai buat beli alat atau senjata buat bentrokan," pungkasnya.

"Dua anak yang ditetapkan sebagai tersangka yakni. Rizaldi,18, asal Simorejo VI/42 Surabaya dan Iqrom,22, asal Dusun Sidowungu Desa Menganti Gresik.

Sementa AKP Ruth Yuni, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, dari tangan para tersangka yang masih sekolah ini petugas menyita 11 unit polsel pintar. Selain itu, tiga kendaraan sepeda motor, dan pisau besar juga diamankan.

Banyak anggota genk, begitulah yang disampaika petugas kepolisian Polrestabes Surabaya. Tak hanya beranggotakan anak di Surabaya, anak-anak asal Kabupaten Gersik juga banyak yang ikut menjadi anggota genk.

Malahan menurut data Polrestabes Surabaya ada 61 grup Whatsapp yang mengatasnamakan Gank All Star dan Gank Kampung Jawara.

Guna mengantisipasi aksi dan perekrutan anggota gank, kepolisian bersama Pemkot Surabaya akan mempertemuan kedua genk dan mengundang orangtua anak-anak supaya didamaikan.

Sebelumnya diberitakan, Aksi puluhan remaja anggota Gank All Star yang hendak menyerang Gank Jawara Kampung digagalkan polisi. Dari puluhan remaja itu, 17 di antaranya berhasil diamankan.

Aksi Gank All Star Surabaya itu digagalkan Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Minggu (13/10/2019) dinihari. Mereka dikepung di Taman Mundu, Tambaksari, Surabaya yang diketahui sebagai titik kumpul utama Geng All Star Surabaya.

Pengepungan itu melibatkan puluhan personel Satreskrim Polrestabes Surabaya sejumlah anggota Polsek Tambaksari, dipimpin Kasatreskrim AKBP Sudamiran. Setelah dikepung, 17 anak berhasil diamankan, beberapa di antaranya berhasil meloloskan diri.

"Rencana penyerangan itu terendus patroli siber yang dilakukan Polrestabes Surabaya," kata Sudamiran di lokasi pengepungan.

Dari patroli siber itu diketahui bahwa Gank All Star tersebut hendak menyerang ke Simo Pomahan Gang 0, yang diketahui sebagai titik kumpul atau markas Gank Jawara Kampung. Para anggota Geng All Star Surabaya itu sepakat berkumpul di Taman Mundu.

Berita Populer