•   Selasa, 7 April 2020
Surabaya

Balai Pemuda Jadi Laboratorium Budaya

( words)
Pemkot telah memiliki konsep yang cukup matang untuk menghidupkan bangunan Balai Pemuda. Foto : SP/QOMAR.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terhadap bangunan cagar budaya (heritage) yang ada di kota pahlawan ternyata cukup tinggi. Salah satunya seperti ditunjukkan kepada bangunan Balai Pemuda.
Perencanaan pengembangan seni budaya di Surabaya tahun ini tidak akan hanya fokus pada realisasi gedung kesenian di Hi Tech Mall. Namun pembangunan juga akan menyentuh kawasan Balai Pemuda.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kita Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan pemerintah kota telah memiliki konsep yang cukup matang untuk menghidupkan bangunan bersejarah tersebut.
Menurut Eri, Balai Pemuda nantinya akan dijadikan sebagai laboratorium kesenian dan budaya. Balai Pemuda diharapkan menjadi tempat berkreasi sekaligus melahirkan seni dan budaya baru yang lebih kreatif.
"Balai Pemuda akan dijadikan sebagai space kebudayaan dan kesenian. Bukan center kesenian dan kebudayaan," ujar Eri Cahyadi, Jumat 12/1.
Eri menegaskan, sebagai kota yang ditinggali banyak bangunan bersejarah, pihaknya terus berupaya bagaimana cara mempertahankan bangunan yang memiliki nilai seni dan pariwisata.
Mengingat Surabaya selama ini lebih dikenal sebagai kota industri, dagang dan maritim. Terutama image sebagai kota yang lebih banyak mengembangkan industri jasa. Selain sebutan sebagai kota pahlawan.
"Kita berharap Balai Pemuda bisa menjadi salah satu tempat pengembangan kesenian dan kebudayaan di Surabaya," tegasnya.
Namun, untuk mewujudkan itu semua Eri mengharapkan dukungan dari semua pihak. Terutama keterlibatan masyarakat serta kelompok-kelompok strategis seperti Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS).
Harapannya, lanjut Eri, Balai Pemuda sebagai space kebudayaan dan kesenian sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Utamanya dalam menjawab tantangan berkesenian dan berkebudayaan yang mempunyai kecenderungan budaya space.
"Harapan kita Balai Pemuda bisa melahirkan seniman dan budayawan yang bisa menjawab tantangan milenial ke depan," pungkas Eri.
Eri melanjutkan Space terbuka itu cukup luas. Yang konek mulai depan Rumah Bahasa, depan Galeri DKS, hingga depan Gedung Merah Putih. Area terbuka tersebut tidak akan dibiarkan los, melainkan akan diberikan sentuhan pembangunan untuk pentas seniman.
"Kami akan membangun semacam panggung namun tidak terlalu tinggi, lalu juga ada tempat duduk yang nyaman di sekitar sana karena selama ini yang menonton biasanya berdiri. Lalu juga akan kita bangunkan air mancur juga agar tidak panas bagi penonton," ucap Eri.
Lebih lanjut pihaknya menyebutkan pembuatan tempat space terbuka untuk kesenian ini juga akan disertai pembangunan tempat aksi dan menonton seni budaya yang nyaman.
Akan tetapi Eri menegaskan bahwa perencanaan ini kini sedang digodok. Pemkot akan mengajak bicara pegiat kesenian seperti Dewan Kesenian dan juga Bengkel Muda Surabaya.
Dua elemen tersebut akan diajak rembukan terkait bagaimana space kesenian yang terbuka atau outdoor tersebut bisa direalisasikan.
"Sebab yang menggunakan adalah mereka. Kami ingin mereka juga diajak bicara supaya bisa menuangkan kebutuhannya dan pemikirannya. Dengan begitu saya berharap akan tumbuh saling memiliki di space seni budaya ini," kata Eri.

Pemanfaatan space terbuka untuk laboratorium seni budaya ini nantinya tidak akan di pusat di Balai Pemuda. Melainkan juga bisa memanfaatkan taman yang memiliki ruang terbuka yang cukup luas.
Seperti di Taman Bungkul, Taman Prestasi, Taman Jayengrono, Taman Cahaya, Taman Suroboyo, dan sejumlah taman yang lain. Namun pengembangan fasilitasnya akan dilakukan bertahap dan diinisiasi di Balai Pemuda terlebih dulu.
"Harapannya setelah mereka sudah mahir latihan di depan khalayak umum, nanti akan digiring untuk pentas di gedung kesenian yang di Hi Tech Mall, jadi agar kita tidak hanya punya ruang pentas indoor saja, tapi zaman now ini space nya terbuka," katanya.
Sementara itu Sekjen Dewan Kesenian Surabaya Luhur Kayungga menanggapi positif rencana Pemkot Surabaya. Ia mengaku mendukung adanya perencanaan pengembangan Balai Pemuda untuk laboratorium kesenian dan kebudayaan.
"Kami mendukung kalau memang ada rencana pengembangan seperti itu, namun saya berharap agar seniman dan budayawan dilibatkan, supaya pembangunan tidak sia-sia dan agar pembangunannya juga sesuai dengan kebutuhan kami," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan sampai saat ini rembukan dengan Pemkot. Beberapa waktu lalu pihaknya sempat diundang oleh Pemkot. Namun pembahasannya terkait perluasan basemen. Bukan pengembangan space laboratorium kesenian dan kebudayaan.
"Kalau ada pertemuan langsung dengan seniman, maka mereka akan sharing apa yang dibutuhkan, apa yang bagus dipasang, dan seterusnya," kata Luhur. alq

Berita Populer