•   Minggu, 5 April 2020
Ekonomi NKRI

AWS Ajak Dindik Jatim Berkolaborasi Meyelaraskan Kurikulum Ekonomi Digital

( words)
Dari kiri Hudiono ( Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ), Prof Hamid Muhammad ( Mantan Dirjen Dikdasmen ) , Rudi Salahuddin ( Deputi 4 Kementrian Perekonomian ).


SURABAYA PAGI - Surabaya : Amazon Web Service (AWS) merupakan platform cloud berbasis computing yang menawarkan lebih dari 165 layanan database secara global.

Saat ini AWS menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan ( Dindik ) Jawa Timur untuk membangun industri di Indonesia melalui pelatihan - pelatihan khusus, Forum Diskusi ini berlangsung pada Rabu, (28/08/2019) di Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Rudi S menjelaskan " AWS berkolaborasi dengan Dindik Jawa Timur ingin menamankan investasi di Indonesia untuk membangun data center. Pemerintah juga berusaha berkomitmen bagaimana melatih SDM untuk mempersiapkan diri menghadapi sektor ekonomi digital yang semakin berkembang, hal ini yang menjadi tujuan kami untuk berinvestasi di Indonesia".

Rudi menambahkan " KAEKA Singosari, Malang diperuntukkan untuk membangun suatu kawasan yang berbasis pariwisata, ekonomi kreatif dan ekonomi digital dan mampu menciptakan digital talent baru melalui anak - anak berprestasi tingkat SMK / SMA di kawasan tersebut. Mulai dari kurikulum, pemenuhan guru, serta infrastruktur dimana pemerintah juga sudah menyiapkan tax insentif PP 45 Tahun 2019 guna membantu pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur.

Kondisi saat ini banyak perusahaan e-commerce mengalami kekurangan platform digital talent di Indonesia, dari keluhan tersebut AWS kedepannya berupaya membangun Akademi atau SMK serta membangun komunitas KAEKA Singosari. Program ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja melalui talent - talent yang berkualitas dan siap bekerja di era ekonomi digital saat ini.

Untuk tahap seleksi disekolah masing - masing industri memiliki spesifikasi khusus dan sekolah rujukan disesuaikan kebutuhan industri yang memiliki berbagai macam sektor dibidangnya. Sekitar 422 sekolah rujukan yang terdiri dari 287 sekolah negeri dan 135 sekolah swasta akan di bina dan mereka juga akan diberikan sertifikat selama pelatihan setara D1 / D2 perguruan tinggi dan siap bekerja secara profesional.

" Jawa Timur merespon sangat positif untuk menyiapkan talent dari SMK/SMA melalui Millenial Job Center ( MJC ) yang memiliki database para talent berbakat Jawa Timur baik tingkat SMK maupun Perguruan Tinggi guna mempersiapkan usaha, serta tenaga pendidik. Dan untuk sekolah - sekolah terpilih akan ada test awal untuk bisa bergabung dalam tim ini," tutup hudiono.

Ada Lima rujukan sekolah yang saat ini yang melakukan upaya penyesuaian kurikulum berbasis ekonomi digital diantaranya : SMK Migas Bojonegoro, SMK Muhammadiah Malang, SMKN 4 Malang, SMKN 11 Malang, SMK plus NU Sidoarjo. noe

Berita Populer