•   Minggu, 5 April 2020
Surabaya

Awal Ramadhan Gus Ipul Takziyah ke Rumah Duka Korban Bom

( words)
Gus Ipul diantara keluarga Bayu Rendra Wardana


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengunjungi keluarga almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban meninggal dunia dalam serangan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018).
Tiba di rumah Bayu, Gubeng Kertajaya 1A, Gus Ipul ditemui Monica Dewi Andini, istri Bayu, dan Galih Wardhana, adik almarhum, Kamis (17/5/2018). Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode itu merasakan kedukaan mendalam dari keluarga Bayu Wardhana. Gus Ipul menyampaikan duka yang mendalam pada keluarga Bayu.
Gus Ipul juga sempat menyaksikan studio foto yang sedang dirancang oleh Bayu Wardhana, hingga terjadi serangan bom yang merenggut nyawanya, Minggu lalu.
“Studio fotonya baru berjalan, dan Mas Bayu punya keinginan mengembangkan lebih maju. Studio yang baru berjalan itu, tinggal dibuka resmi,” terang Galih Wardhana.
Koko Item panggilan akrab Bayu Rendra punya hobi dan profesi di bidang fotografi. Di luar itu, ia menjadi relawan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Saat serangan bom Bayu tengah turut menjaga keamanan gereja.
Ia berusaha menghentikan laju kencang sepeda motor yang ditumpangi kakak-beradik Yusuf Fadhil dan Firman Halim, yang membawa bom. Sesaat kemudian, bom meledak keras yang merenggut nyawa kedua pelaku dan Bayu, serta membuat korban lain luka-luka.
Selain mengunjungi keluarga Bayu Wardhana, Gus Ipul juga akan mengunjungi korban-korban meninggal lain di rumah peristirahatan Adi Jasa.
“Saya merasa perlu menyampaikan duka cita yang mendalam saya kepada para keluarga korban, karena mereka adalah warga negara yang tidak berdosa. Terorisme selalu saja merenggut korban warga tak bersalah,” kata Gus Ipul.
Ia sendiri sangat kagum atas keberanian Bayu Wardhana ketika menghadang dua kakak-beradik yang membawa bom. “Kalau tidak dihadang Bayu, bisa diduga korbannya akan lebih banyak lagi,” kata Gus Ipul.
Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan. Menyatukan sikap. Menjaga lingkungan dan wilayah masing-masih agar tetap aman. “Kita tidak boleh kalah dengan terorisme,” kata Gus Ipul.

Berita Populer