Arek Suroboyo Marah Dianggap Gatot Demo Bayaran

Massa “Koalisi Indonesia Tetap Aman” (KITA) tolak deklarasi KAMI di Gedung Juang 45 Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Arek Suroboyo yang hadang anggota KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya, marah dituding Gatot Nurmantyo sebagai demonstran bayaran. Arek-arek Suroboyo itu terdiri Bara JP Jatim, Maluku 1 Rasa (M1R), FORSATU (Forum Surabaya Bersatu), dan JPKP Nasional. Massa menamakan “Koalisi Indonesia Tetap Aman” (KITA)

“Massa Surabaya Adalah Kita yang menghadang Anggota KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45 Surabaya. Kita bukan demonstran bayaran,” kata Koordinator Lapangan Surabaya Adalah Kita Edi Firmanto membantah tudingan mantan Panglima TNI yang juga mantan Pangdam Brawijaya, Senin kemarin (28/09).

 

Ngomong Ngawur

"Saya Korlapnya. Suruh ngomong ke depan saya kalau ngomong gitu. Temui saya. Ngawur itu, kok bisa ngomong bayaran," terangnya.

Edi menilai omongan Gatot, soal demonstran bayaran salah. Apalagi, demonstran yang datang sesuai hati nurani untuk menyelamatkan NKRI.

"Saya sakit hati. Itu gak bayaran. Kalau memang berani ngomong gitu, datangi rumah saya si Gatot. Itu hati nurani. KAMI itu membuat kisruh dan makar," tegasnya.

 

Tunggu 2023-2024

Edi menambahkan bila tujuan Gatot di KAMI untuk berpolitik, lebih baik menunggu momen politik di tahun 2023-2024. “Saya menolak KAMI tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di seluruh Indonesia. Kalau mau berpolitik ya nunggu tahun politik, jangan bikin kisruh," imbuhnya.

Gatot Nurmantyo, dalam pidatonya mengatakan dirinya kebetulan datang disuruh ke Jabal Nur, karena semua perwakilan ulama dan habaib berkumpul di Jabal Nur. “Saya diberitahu tidak bisa ke sana (Gedung Juang 45) karena didemo, jadi habis itu dianggap sudah deklarasi saja. (saya diminta) tolong memberi sepatah dua kata," kata Gatot Nurmantyo di Masjid Assalam Puri Mas, Surabaya.

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan bahwa KAMI merupakan organisasi yang bermoral. Di hadapan anggota KAMI dan para kiai serta habaib, Gatot menyampaikan beberapa pesan.

"Bahwa KAMI ini jangan mudah menyerah, karena semakin banyak cobaan, semakin banyak rintangan, agar lebih termotivasi, lebih bersemangat. Karena yang KAMI lakukan adalah demi kebaikan dan kebenaran. KAMI adalah gerakan bermoral," jelas Gatot.

 

Gatot Tuding Demo Bayaran

"Saya mengimbau KAMI, bahwa kita harus bersyukur. Karena yang demo di sana karena kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran ya diterima," kata Gatot Nurmantyo.

Gatot kemudian menyebut, kondisi ekonomi anggota KAMI Jatim lebih baik. Karena menurutnya, anggota KAMI mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli bensin menuju Gedung Juang 45. Berbeda dengan pendemo di Gedung Juang 45 yang malah dibayar.

“Itu kan beda, kalau KAMI ke sana keluar (ongkos) bensin dan sebagainya. Kondisinya lebih baik. Maka semua saya ajak berdoa agar semua yang demo di Jabal Nur dan Gedung Juang 45, kembali ke rumah masing-masing dengan selamat dan membawa uang sekadarnya untuk keluarganya," jelasnya.

Mantan Panglima TNI ini juga menilai, keberadaan KAMI membawa berkah bagi para demonstran yang ada di Surabaya. "Jadi keberadaan KAMI itu membawa berkah. Besok lagi demonya yang banyak lagi. Jadi ada rezeki buat kawan-kawan kita yang ikut demo," pungkasnya.

 

Massa Bawa Poster

Massa KITA menolak acara KAMI yang akan digelar di Surabaya. Dalam aksi tersebut mereka membawa sejumlah poster berisi penolakan. Seperti bertuliskan 'Cinta NKRI=Tolak KAMI', 'Indonesia Milik Kita Bukan KAMI' dan 'Tolak Pembuat Gaduh dan Tanpa Solusi'.

Pagi itu arek-arek Suroboyo yang tergabung dalam KITA (Koalisi Indonesia Tetap Aman) menghalau gerakan-gerakan inkonstitusional. Arek-arek Suroboyo, wong Suroboyo berkewajiban untuk menghalau mereka," teriak salah satu koordinator aksi Yanto Banteng di kawasan Jambangan, Senin (28/9/2020).

 

Blokade Pintu

Massa ormas yang tergabung dalam Surabaya Adalah Kita, sempat memblokade pintu masuk Gedung Juang 45.

Mereka berusaha mencegat setiap anggota KAMI Jatim yang akan mau masuk gedung tersebut. Beberapa kali, pengendara motor atau mobil yang akan masuk Gedung Juang 45 dirazia oleh massa dari Surabaya Adalah Kita.

Namun, razia yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Karena tidak ada Anggota dari KAMI Jawa Timur yang mendatangi lokasi.

 

Gedung Tempat Gatot Bertemu

Mereka berkumpul di sentral UKM Jambangan untuk menggelar aksi dan orasi. Tidak lama setelah para pendemo menggelar aksi penolakan, Gatot Nurmantyo keluar dari Gedung Jabal Nur di Jalan Jambang. Gedung tersebut menjadi tempat pertemuan Gatot dengan sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jatim.

Jenderal (Purn) Gatot, pagi itu meninggalkan lokasi menggunakan mobil berwarna hitam dikawal sejumlah pria. Sementara massa pendemo terus melakukan orasi penolakan. byb/nt