•   Selasa, 18 Februari 2020
Surabaya

Ardo Sahak: Jadi Kadindik Harus Majukan Pendidikan

( words)
Ardo Sahak (kiri) memberikan apresiasi pelajar berprestasi saat acara Parade Surya Senja yang digelar 17 Mei 2019 lalu. Foto: SP/Solichan Arief


Menilik Bursa Calon Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

Solichan Arief,
Wartawan Surabaya Pagi
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bursa pemilihan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kian memanas. Seperti diketahui, bidang yang ditangani Dinas Pendidikan sangatlah kompleks, mulai dari siswa, kurikulum, SDM tenaga pengajar, hingga sarana prasarana. Hal ini menjadi salah satu alasan untuk siapa saja yang menjadi Kepala Dinas haruslah orang yang benar-benar berkompeten dan memiliki komitmen.
Ardo Sahak (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim) mengakui dirinya memang telah lama berkarier di Dinas Pendidikan Jatim. "Saya sudah 23 tahun mengabdi sebagai ASN di Dinas Pendidikan. Jabatan terakhir saya adalah Kepala bidang Sekolah Menengah Umum," katanya pada Surabaya Pagi, Jumat (14/6/2019).
Dinas Pendidikan itu, tambahnya merrupakan dinas yang memiliki zona kerja cukup luas dan sangat penting. Segala urusan tentang pendidikan semua menjadi tupoksi Dindik, baik itu input, output, hingga SDM nya. Jadi dibutuhkan orang yang berkompeten disana.
"Tidak hanya sanggup, tetapi juga harus memiliki komitmen yang kuat untuk benar-benar mengabdi di Dinas Pendidikan, memajukan pendidikan dan menjadikan Jatim minim pengangguran atau anak putus sekolah," kata Ardo.
Ardo juga menambahkan, siapapun nanti yang akan memimpin Dinas Pendidikan Jatim adalah keputusan Gubernur. Yang pasti, program-programnya harus sinergi dengan program Nawa Bhakti Satya Gubernur dan Wagub. Tidak hanya berfokus pada satu bidang, namun harus mencakup seluruh sektor pendidikan khususnya di Jatim.
"Bukan pimpinan ya saya menyebutnya, tapi leader. Kalau pimpinan, siapapun bisa memimpin. Namun kalau leader haruslah orang yang benar-benar memiliki keilmuan di bidangnya, dedikasinya tinggi, loyalitas, dan yang penting berkomitmen," tambah mantan Sekretaris KORPRI ini.
Pria kelahiran Palembang yang telah menyelesaikan pendidikan S3 nya di Universitas Airlangga dengan konsentrasi jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) ini paham betul cara-cara pengembangan SDM tenaga pendidik untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti dalam Desertasinya yang berjudul Pengaruh Kompetensi, Kecerdasan Emosi, dan Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SMPN RSBI) di Jawa Timur.
Dalam desertasi tersebut, Ardo menjelaskan bahwa tenaga pendidik harus juga memiliki komitmen. Komitmen yang dimaksud Ardo memiliki arti yang mendalam. Menurutnya tidak hanya sekadar sebuah pemenuhan kewajiban dalam pekerjaan, namun mencakup visi misi dan inovasi untuk bisa memajukan pendidikan di Jatim.
"Ya seperti itu, haruslah punya komitmen perencanaan pendidikan untuk meningkatkan kualitas anak didik," pungkasnya. (arf).

Berita Populer