•   Kamis, 9 April 2020
Peristiwa Nasional

Antisipasi Rel Tergenang Banjir, PT KAI Siapkan Karung Pasir

( words)
Ilustrasi.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komisi D DPRD Jawa Timur memberikan perhatian khusus untuk Libur akhir tahun ini. Dengan melakukan inspeksi dadakan (sidak), sejumlah anggota dewan bersama Dinas Perhubungan Jatim berniat untuk melihat kesiapan alat transportasi selama libur Natal dan tahun baru 2020 (Nataru) di Stasiun Gubeng Surabaya.

Para anggota dewan ditemui oleh Wakil Kepala PT KAI Daop 8 Surabaya Djanuri dan Manajer Humas Daop 8 Surabaya Suprapto di Stasiun Gubeng Surabaya. Sidak tersebut dipimpin Ketua Komisi D Kuswanto dan didampingi Wakil Ketua Komisi D M Ashari.

Kuswanto mengatakan, inspeksi itu bertujuan mengecek kesiapan alat transportasi di Jatim menghadapi Nataru. Politisi Partai Demokrat ini meminta PT KAI Daop 8 Surabaya untuk memberikan jaminan aman kepada pengguna transportasi kereta api. Menurut dia, saat ini kereta api menjadi andalan masyarakat dalam mudik setiap tahunnya.

“Kami juga berharap agar PT KAI bisa mengantisipasi cuaca buruk seperti banjir dan longsor di sejumlah lintasan rel kereta," katanya.

Menanggapi pertanyaan anggota DPRD Jatim, Wakil Ketua PT KAI Daop 8 Surabaya Djainuri mengatakan, PT KAI sudah menyiapkan alat material dan untuk siaga (AMUS) di jalur rawan seperti rel KA Porong dan Bojonegoro menjelang musim penghujan.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi genangan air di rel kereta karena hujan yang lebat. “Selain itu, ada karung pasir untuk daerah rawan juga seperti Bojonegoro,” katanya.

Menurut dia, rel KA Porong menjadi titik paling rawan di Jatim. Pasalnya, ketika musim hujan genangan air yang disebabkan melubernya tanggul lumpur Sidoarjo mencapai 40 sentimeter.

Kondisi itu mengharuskan kereta api yang melewati jalur itu berjalan ekstra hati-hati. Meski demikian, PT KAI Daop VIII sudah meninggikan rel di sebelah tanggul lumpur sekitar tiga meter.

“Kami juga menyiagakan petugas di lapangan untuk melakukan kontrol terhadap kondisi rel KA secara berkala,” ungkapnya.

Terkait tarif kereta api, dia mengatakan tetap tarif normal sesuai instruksi direksi PT KAI. Bahkan, saat ini karyawan juga diberlakukan tarif alias tetap membayar meskipun ada potongan. Adapun lonjakan penumpang KA di Stasiun Gubeng terjadi pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Fattah Jasin mengatakan, meski terjadi peningkatan penumpang, semuanya masih berjalan lancar. Dari pantauan di terminal dan sejumlah stasiun, semua masih bisa teratasi oleh armada yang ada. “Peningkatan jumlah kendaraan terjadi di penyeberangan Ketapang Banyuwangi yang akan ke Gilimanuk Bali. Meskipun ada antrean agak panjang masih bisa diatasi sehingga semua penumpang bisa terangkut,” tuturnya.

Fattah menambahkan, puncak arus yang diperkirakan akan terjadi lagi pada saat mendekati tahun baru pada 30 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 mendatang. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi penumpukan arus lalu lintas di sekitar arah menuju tempat-tempat wisata.

“Kita antisipasi ke arah Malang, Probolinggo, Situbondo, Pantai Madura, Magetan, dan sekitarnya. Kita akan perhatikan kawasan-kawasan wisata agar tidak terjadi penumpukan arus,” pungkasnya.

Berita Populer