•   Minggu, 23 Februari 2020
Otonomi Daerah

Antisipasi Banjir, Walikota Ning Ita Sidak Sungai

( words)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari terjun langsung meninjau kondisi sungai di sepanjang aliran yang mengelilingi kota. Salah satunya di Sungai di wilayah Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (7/1/2020) pagi. SMG/Dwy Agus Susanti


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Hujan lebat beberapa waktu terakhir yang melanda Kota Mojokerto, membuat Wali Kota Ika Puspitasari bergerak cepat. Petinggi pemkot ini terjun langsung meninjau kondisi sungai di sepanjang aliran yang mengelilingi kota. Salah satunya di Sungai di wilayah Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (7/1/2020) pagi.

Peninjauan ini, dilakukan untuk memastikan kondisi debit air sekaligus endapan sampah yang dibawa dari hulunya (Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto) hingga masuk ke aliran sungai di kawasan Kota Mojokerto.


Image

Dari hasil peninjuan, Wali Kota Ning Ita menemukan sejumlah sampah berkapasitas besar. Seperti, ranting pohon, perlengkapan rumah tangga (kasur), popok, dan sampah domestik lainnya. "Saya masih melihat kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga kebersihan sungai. Terbukti masih banyak ditemukan sampah rumah tangga didalam sungai. Ini sangat bahaya, karena sumbatan sungai ini bisa menimbulkan banjir," ungkapnya.

Untuk itu, Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, menginstruksikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membersihkan sampah - sampah tersebut.


Image

"Pembersihan sungai secara berkala ini bertujuan untuk mencegah banjir di Kota Mojokerto. Mengingat, kota terkecil di Indonesia ini dikelilingi beberapa aliran anak sungai dari Sungai Brantas. Salah satunya Sungai Sadar," tegasnya.

Tak hanya pembersihan sungai secara berkala, Pemerintah Kota Mojokerto juga memasimalkan 32 rumah pompa untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan tinggi di Bumi Majapahit ini.dw

Berita Populer