•   Minggu, 5 April 2020
Pilpres 2019

Antar Caleg Toleran, Pengamat Puji Kamtibmas Dapil Jatim VIII Kondusif

( words)
Pengamat Kamtibmas Gardi Gazarin, SH.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki tahun 2019 yang merupakan tahun politik karena digelarnya Pileg dan Pilpres pada bulan April nanti, suhu politik bakal memanas. Situasi ini tentu akan mempengaruhi kondisi kamtibmas di masyarakat. Pengamat kamtibmas nasional Gardi Gazarin SH mengatakan tahun politik bakal menjadi ujian bagi kondisi kamtibmas di masyarakat, karena para politisi bakal berebut mencari simpati masyarakat untuk meraih kursi dewan.
“Ini tentunya bisa menjadi ancaman kamtibmas, kalau kondisi ini tidak dijaga maka ketenangan masyarakat bisa terganggu,” ujar Gardi saat berkunjung ke Jawa Timur, Rabu (2/1/2019).
Menurut Gardi Gazarin, situasi kamtibmas bisa terkendali manakala para politisi yang bertarung tidak saling menjatuhkan satu sama lain, namun saling toleransi dan tidak bergesekan dengan lawan politik.
“Kalau mereka bisa saling menjaga dengan lawan politiknya, saya yakin masyarakat tidak ada gejolak,” papar Gardi Gazarin yang juga jadi caleg DPR Ri dari Partai Hanura dapil VIII Jatim ini.
Lebih lanjut Gardi menambahkan, perilaku politisi yang maju sebagai wakil rakyat di dapil VIII Jatim bisa dijadikan contoh, karena mereka bisa toleran dan menahan diiri tidak bergesekan dalam mencari dukungan masyarakat di tingkat bawah.
Dalam pengamatannya, lanjut Gardi Gazarin yang juga sebagai Ketua wartawan Mabes Polri ini situasi kamtibmas di wilayah dapil Jatim VIII selama tahun 2018 berjalan kondusif dan tidak terjadi gangguan yang berarti.
Ini tentunya menjadi apresiasi bagi jajaran kepolisian dalam menjaga kamtibmas. “Pekerjaan polisi akan menjadi ringan, karena kamtibmas terjaga dengan kondusif, aman dan damai,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Gardi Gazarin memasuki tahun 2019 situasi kamtibmas pada tahun politik harus dipertahankan kondusifitasnya seperti tahun 2018, sehingga pesta demokrasi yang digelar pada bulan April nanti berjalan damai dan sukses serta tidak terjadi gejolak atau kerusuhan di masyarakat.
“Mari kita jaga NKRI, pilihan atau aspirasi boleh beda, namun sebagai warga negara kita tetap harus menjaga NKRI tetap utuh dan saling bertoleransi satu sama lain karena kita adalah bangsa dengan masyarakat yang beragam,” tuturnya. sg

Berita Populer